Freeport Yang Dimanja, Negosiasi Makin tak Jelas


Freeport Yang Dimanja, Negosiasi Makin tak Jelas

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan memperpanjang izin ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) hingga 3 bulan ke depan. Kok pemerintah melunak?


Padahal, Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport berlaku hingga 10 April 2017. Sehingga, masa operasi Freeport berlaku hanya 6 bulan sejak izin diberikan.

Artinya, pada 10 Oktober 2017, izin ekspor konsentrat Freeport, sudah tidak berlaku lagi. Namun, pemerintah membuat kesepakatan baru dengan melanjutkan izin ekspor konsentrat untuk Freeport hingga 3 bulan ke depan. Dalihnya, mempercepat proses negosiasi utamanya menggolkar divestasi 51%.

"Saya tidak yakin izin ekspor konsentrat 3 bulan akan mempercepat perundingan, justru sebaliknya," kata Fahmi Radhi, Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), dihubungi INILAHCOM, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Dia melanjutkan, dengan diberikannya izin ekspor sampai tiga bulan ke depan justru melemahkan posisi pemerintah dalam perundingan. Berdasarkan, rekam jejak Freeport sebelumnya, perusahaan asal Amerika Serikat itu memang selalu membangkang.

Modusnya dengan mengulur waktu apapun kesepakatannya. Misalnya, dalam hal pembuatan smelter. "Freeport merasa tidak ada urgensi untuk membangun smelter hingga kini," ujar Fahmi.

Begitupun dengan perpanjangan 3 bulan untuk izin ekspor konsentrat, yang juga bisa jadi tidak memaksa Freeport untuk segera menyelesaikan perundingan dalam waktu dekat, paling tidak dalam 3 bulan ke depan.[www.tribunislam.com]

Sumber : inilah.com

Sebarkan...