Ustaz Irfan Awwas: Dunia Marah Ketika Orangutan Dibunuh, Tapi Bungkam Saat Muslim Rohingya Dibantai


Ustaz Irfan Awwas: Dunia Marah Ketika Orangutan Dibunuh, Tapi Bungkam Saat Muslim Rohingya Dibantai

Ratusan umat Islam Ponorogo menggelar Aksi Damai dan Doa Solidaritas Rohingya di depan Gedung DPRD Ponorogo, Jalan Alun-Alun Timur No. 29, Mangkujayan, Ponorogo, Jum’at (15/9/2017).


Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin (MM) Ustaz Irfan S. Awwas yang hadir dalam aksi tersebut mengatakan, kebiadaban militer Myanmar terhadap muslim Rohingya melebihi perilaku binatang.


“Saudara-saudara kita Muslim Rohingya mereka dibantai, diusir dari negerinya sendiri, mereka diperkosa, mereka dibunuh, dan ini membuka mata kita dan bertanya, ternyata ada manusia yang kejamnya melebihi binatang, dan mereka mengaku beragama Budha,” kata Ustadz Irfan dalam orasinya.

Ustaz Irfan mempertanyakan sikap diam PBB dan aktifis HAM dunia terkati tragedi kemanusiaan yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar. Ia menilai, PBB lebih peduli atas perburuan illegal binatang-binatang yang dilindungi daripada manusia yang dianiaya.

“Ketika harimau dibunuh dan dikuliti dunia marah, ketika orangutan dibunuh dunia marah, ketika ikan hiu diambil dunia marah.  Tapi ketika umat Islam Rohingya dibantai, dibunuh, diperkosa dunia bungkam. Apakah bangsa-bangsa yang terhimpun dalam PBB telah berubah menjadi bangsa hewan, kenapa mereka tidak menolong?” tandasnya.

Lebih lanjut, Ustaz Irfan mendesak Presiden Jokowi untuk menjadi negara yang terdepan dalam pembelaannya terhadap muslim Rohingya sebagaimana amanat UUD 1945.

“Pemerintah Indonesia berada di paling depan melakukan pembelaan, karena konsekusi dari pembukaan UUD 1945, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” pungkasnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : jurnalislam.com

Sebarkan...