Puji Aksi “Save Rohingya” Bobotoh, Ketua MPR: Ini Solidaritas Kemanusiaan


Puji Aksi “Save Rohingya” Bobotoh, Ketua MPR: Ini Solidaritas Kemanusiaan

Aksi solidaritas pendukung klub sepakbola Persib Bandung terhadap etnis Muslim Rohingya yang sedang tertindas, pekan kemarin, menuai pujian dari banyak kalangan.


Pujian itu antara lain datang dari Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, Senin (11/09/2017).

Zulkifli menilai, aksi Bobotoh, sebutan untuk para pendukung kesebelasan Persib, merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan.

Zulkifli menilai, aksi dukungan terhadap etnis Rohingya yang tertindas di negaranya sendiri di Myanmar, itu bukan aksi politik.

Diketahui, sebelum laga pertandingan sepakbola Liga 1 digelar saat Persib menjamu Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (09/09/2017), Bobotoh membuat koreografi yang membentuk tulisan “SAVE ROHINGYA”.

“Salut untuk solidaritas sahabat-sahabat Bobotoh @officialvpc untuk Rohingya. Ini sepenuhnya solidaritas KEMANUSIAAN, bukan politik #SaveRohingya,” ujar Zulkifli melalui akun terverifikasinya di media sosial Twitter, @ZUL_Hasan, kemarin, seraya menandai akun pendukung Persib, VPC.

VPC atau Viking Persib Club, salah satu barisan pendukung Persib, mengaku sebagai inisiator aksi solidaritas untuk kaum etnis Rohingya yang mengalami pembantaian dan pengusiran oleh militer Myanmar tersebut.

Aksi itu disampaikan melalui sebuah koreografi pesan kemanusiaan “Save Rohingya”. Pasca aksi bela Rohingya itu, mencuat dugaan Bobotoh atau Persib akan dikenai sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Jikapun aksi “Save Rohingya” itu dianggap melanggar aturan liga yang mengadopsi dari Law of The Game FIFA, Bobotoh pun siap untuk menerima konsekuensinya. Bahkan para pendukung Persib kabarnya siap patungan uang jika memang sanksi itu ada.

“Dari jauh-jauh hari kita sudah perkirakan dan prediksi seandainya itu akan kena sanksi,” ungkap Dirigen VPC, Yana Umar, kutip laman VPC.

Tulis laman tersebut, tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, Myanmar, adalah yang terparah sepanjang sejarah Asia Tenggara, dimana warga etnis Rohingya mengalami penderitaan, penyiksaan, dan pembunuhan.

Hidup terombang-ambing, dianiaya di Myanmar kabur ke Bangladesh. Di Bangladesh, mereka kembali diusir ke Myanmar.

Di Myanmar mereka tidak diakui negara walau telah tinggal beberapa generasi di negara itu, berujung pada diskriminasi, penganiayaan lagi, dan begitu seterusnya, lingkaran setan.

Tindakan keji tentara Myanmar itu tentunya menyita perhatian dunia, khususnya negara-negara di Asia Tenggara.

Tindakan keji mereka tidak bisa ditolerir, karena merebut hak warga Rohingya untuk hidup, tulis laman tersebut, tertanggal 9 September 2017 di hari pertandingan itu digelar.

“Sebuah pesan kemanusiaan dibentangkan oleh Viking Persib Club (VPC), ini adalah tifoshow yang tak pernah dilakukan sebelumnya dari VPC, choreography display bertuliskan ‘Save Rohingya’,” tulisnya.

Aksi itu menurut VPC untuk menyikapi persoalan Rohingya, jauh dari soal urusan politik. Ini soal kemanusiaan. “Cukuplah menjadi manusia seutuhnya, tak perlu juga berbicara soal agama, karena setiap agama mengajarkan kita untuk berbuat baik antar sesama umat, bukannya saling membunuh, menindas mereka yang termarjinalkan.”

“Dari Bandung, Kami meneriakan hak kalian untuk hidup nyaman tanpa adanya ancaman, Rohingyan people, we are all with you (Orang Rohingya, kami semua bersamamu. Red),” pungkas laman vikingpersib.co.id itu.

Pemain bertahan (defender) Persib Bandung, Achmad Jufriyanto, mengapresiasi pesan kemanusiaan para suporter tersebut.

“Kita menang kalian senang, kita kalah kita semua kecewa. Kita bisa menang, bisa kalah, dan hari ini (mohon maaf) kita draw. Tapi kalian menang dihati para Muslim Rohingya. Selipkan selalu doa untuk mereka,” tulisnya lewat akun Istagramnya, Ahad (10/09/2017). Pertandingan Persib vs Semen Padang itu berakhir draw (seri) dengan skor 2-2. [www.tribunislam.com]

Sumber : muslimbersatu.net

Sebarkan...