Polisi Berhasil Membatalkan Diskusi Simpatisan Pembela PKI di LBH Jakarta



Diskusi yang sedianya akan dilaksanakan oleh simpatisan pembela PKI di LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (16/9) pagi dilarang polisi.

Pantauan merdeka.com, banyak polisi berjaga di depan gerbang LBH Jakarta dan di samping bangunan LBH. Para peserta diskusi termasuk pembicara dilarang masuk ke dalam gedung tempat diskusi berlangsung.

Reiza Muharam salah satu pembela PKI yang sedianya akan menjadi moderator dalam diskusi kepada wartawan menyampaikan polisi melarang diskusi karena tidak berizin.

"Padahal kita tahu kalau acara di dalam gedung, acara yang sifatnya privat dan tidak di tempat umum seperti sekarang ini di jalanan tidak membutuhkan izin," jelasnya.

Akibatnya para simpatisan peserta pemebela PKI yang sudah datang ke lokasi acara sejak pagi hari ada yang pulang karena tidak diizinkan masuk. Sementara itu menurutnya di dalam gedung panitia acara bernegosiasi dengan polisi.

Padahal menurut Reiza acara seminar bersifat tertutup.

"Tapi enggak tahu gimana itu bocor, kemudian ada mobilisasi untuk menolak atau me-frame ini sebagai seminar kebangkitan PKI," jelasnya.

Menurutnya isu kebangkitan PKI yang coba diembuskan sejumlah pihak ialah informasi bohong.

"Lagi-lagi kebangkitan PKI yang dimainkan," ujarnya. "Masa kita harus percaya sih? Masa semua aktivis HAM mesti di-PKI-kan?" tambahnya.

Diskusi ini awalnya akan dilaksanakan selama dua hari, yakni 16 hingga 17 September 2017. Berbagai pembicara dijadwalkan hadir di antaranya Asvi Warman Adam, Refly Harun, Martin Aleida, dan lainnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : kabarsatu.news

Sebarkan...