Pendukung Jokowi Kecewa Adanya Nobar Film ‘Pengkhianatan G30S/PKI’


Pendukung Jokowi Kecewa Adanya Nobar Film ‘Pengkhianatan G30S/PKI’

Salah satu pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Goenawan Mohamad yang merupakan pendiri majalah tempo sangat kecewa TNI AD mengadakan nonton bersama (nobar) Film ‘Pengkhiantan G30S/PKI’


“Daur ulang sejarah versi Orde Baru? TNI AD Gelar Nonton Bareng Film Pengkhianatan G30S/PKI,” kata Goenamwan di akun Twitter-nya @gm_gm.

Goenawan mengemukakan seperti itu sambil menyertakan artiel Tempo online berjudul ‘TNI AD Nonton Bareng Film Pengkhianatan G30s/PKI’.

Kata Goenawan, saat ini partai-partai di manapun sudah meninggalkan ideologi komunis.
“Sejak akhir abad y.l. ideologi komunisme sdh ditinggalkan partai2 komunis sendiri. Jangan rakyat dikubuli bahwa tak demikian keadaannya,” jelasnya seperti dikutip dari suaranasional

Goenawan meminta TNI AD menjelaskan adanya nobar film tersebut. “Bisakah kita minta penjelasan TNI-AD mengapa memutar film propaganda Orde Baru ‘Pengkhianatan G30S/PKI?’?” pungkas Goenawan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto mengatakan rencana nonton bareng film 'G 30 S' yang diselenggarakan TNI AD merupakan momentum untuk kembali mengingat sejarah. Wuryanto menilai saat ini banyak sekali upaya untuk memutarbalikkan fakta yang sebenarnya.

"Tanggal 30 September kan momen bersejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia, saat ini banyak sekali upaya pemutarbalikkan fakta sejarah peristiwa 30 September 1965," kata Wuryanto dalam keterangannya, Jumat (15/9/2017).

Wuryanto memandang masih ada sebagian orang yang berupaya untuk mencabut TAP MPRS No XXV/1966. Tak hanya itu, dia juga menilai ada beberapa kelompok yang mendorong pemerintah untuk meminta maaf kepada PKI.

"Upaya-upaya lain yang dilakukan sekelompok orang untuk pencabutan TAP MPRS no XXV/1966, upaya mendorong pemerintah minta maaf kepada PKI dan lain-lain," tuturnya.

Menurutnya, pelajaran sejarah dan Pancasila pun mulai berkurang selama era Reformasi. Karena itu, dengan adanya penayangan film 'G 30 S', keluarga besar TNI mencoba untuk mengngingatkan kembali kepada seluruh anak bangsa mengenai sejarah yang sebenarnya dialami oleh bangsa Indonesia.

"Sejak era Reformasi, pelajaran sejarah, Pancasila, budi pekerti dan lain-lain kan sangat kurang sehingga selama 19 tahun sampai hari ini, anak-anak muda kita jarang sekali melihat dan membaca sejarah sesungguhnya, bahkan justru yang kedengaran adalah yang sedang diupayakan pemutarbalikkan fakta sejarah karena suaranya lebih keras dan lebih lantang," ujar Wuryanto seperti dikutip dari detik.com[www.tribunislam.com]

Sumber : kabarsatu.news

Sebarkan...