PDIP Heran Kenapa Kadernya Sering Dicokok KPK



Wali Kota Batu yang juga Politikus PDI Perjuangan, Eddy Rumpoko diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan. Eddy merupakan salah satu kepala daerah dari PDIP yang dicokok KPK.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Parreira mengatakan, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan instruksi kepada kader yang menjadi kepala daerah agar tak melanggar dan kembali terjaring tangkap tangan.

"Sudah terus menerus (instruksi) dilakukan," kata Andreas di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 19 September 2017.

Selain itu, PDIP juga sudah 'menakut-nakuti' kader dengan ancaman sanksi keras bila terjaring tangkap tangan. Bahkan sanksi pemecatan sudah digaungkan. "Juga dengan peringatan untuk dipecat," ujarnya menegaskan.

PDIP juga sudah punya program untuk mengantisipasi agar tidak ada kader yang terjerat kasus korupsi lagi. Hal itu dengan melakukan lewat program edukasi-edukasi politik.

"Antisipasi melalui edukasi politik dan instrumen punishment."

Sebelumnya, Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Pusat PDIP, Junimart Girsang, memastikan, partainya akan memecat Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, dari keanggotaan partai. Dia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK karena diduga menerima uang suap sebesar Rp200 juta terkait proyek pengadaan di Pemerintah Kota Batu tahun anggaran 2017.

"Dugaan saja, kalau itu menimpa kader PDIP, sudah jelas tegas Ibu Ketua Umum dan Pak Sekjen mengatakan akan memecat, terlepas dari asas praduga tak bersalah," kata Junimart saat dihubungi VIVA.co.id, Senin 18 September 2017. [www.tribunislam.com]

Sumber : viva.co.id

Sebarkan...