Nada bicara Wiranto meninggi ditanya perkembangan kasus pembunuhan Munir


Nada bicara Wiranto meninggi ditanya perkembangan kasus pembunuhan Munir

Kematian aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib hingga kini belum juga terungkap siapa dalangnya. Munir saat itu tewas saat penerbangan menuju Amsterdam pada 7 September 2004 silam. Ia diracuni.


Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, Jokowi sudah menginstruksikan Menko Polhukam Wiranto dan Jaksa Agung HM Prasetyo untuk menangani persoalan HAM tersebut, termasuk kematian Munir.

Namun, Wiranto tampak tak mau blak-blakan menjelaskan instruksi Presiden Jokowi tentang kasus kematian Munir ini. Wiranto hanya mengatakan, memang terkait HAM dan kasus Munir merupakan kewenangannya.

"Emang Polhukam emang saya menteri Koordinator Polhukam, emang urusan saya itu," kata Wiranto sambil berlalu saat dijumpai di Festival Buku di Gedung Jakarta Convention Center (JSS), Jakarta Pusat, Sabtu (9/9).

Saat didesak lagi tentang tindaklanjut kasus Munir, jawaban mantan Panglima TNI ini justru meninggi. Tiba-tiba langkahnya terhenti, menoleh dengan sorot mata tajam, tapi tak menjawab pertanyaan wartawan.

"Sudah saya jelaskan tadi, sudah saya jelaskan," jawab Wiranto dengan nada tinggi. Kemudian, Wiranto pun meninggalkan tempat dengan mobilnya.

Seperti diberitakan, tiga belas tahun lalu aktivis Hak Asasi Manusia Munir Said Thalib dibunuh. Dia diracun di udara. Racun arsenik dicampurkan ke minumannya saat penerbangan Jakarta menuju Amsterdam. Dia diracun oleh pilot penerbangan saat itu, Pollycarpus pada 7 September 2004.

Menjadi wajar apabila, istri dan banyak pihak tak pernah lelah meminta dalang pembunuhan diungkap. Sebabnya, telah berganti presiden kasus ini belum pernah terungkap. Asa pernah melambung tinggi kala Joko Widodo (Jokowi) terpilih menjadi presiden menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono yang selama dua periode menjabat tak bisa melakukan pengungkapan.

Jokowi dalam janji kampanyenya di Pilpres 2014 pernah menyatakan akan mengungkap kasus pelanggaran HAM masa lalu apabila terpilih menjadi presiden. Tetapi, usai terpilih dan hampir tiga tahun menjabat, janji itu belum ditepati.

Momentum menepati janji seharusnya dapat terjadi saat putusan Majelis Hakim Komisi Informasi Pusat (KIP) yang mengabulkan permohonan sengketa informasi yang diajukan pada 10 Oktober 2016 yang meminta Pemerintah RI atau Presiden wajib mengumumkan Tim Pencari Fakta Kematian Meninggalnya Munir (TPF KMM) untuk publik.

Istri Munir, Suciwati sudah menyatakan kecewa berat terhadap Jokowi. Undangan dari pemerintah untuk hadir dalam upacara 17 Agustus 2017 dia acuhkan. Dia pesimistis Jokowi akan membuka dokumen dari Tim Pencari Fakta. Sebab itu, dia berharap, Jokowi tidak kembali jadi Presiden di periode selanjutnya.

Salah satu orang terdekat Jokowi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, Jokowi sudah menginstruksikan Menko Polhukam Wiranto dan Jaksa Agung HM Prasetyo untuk menangani persoalan tersebut.

"Sebenarnya sudah waktu itu dalam beberapa kesempatan termasuk dalam rapat kabinet, Presiden kan sudah meminta Pak Wiranto, Jaksa Agung, untuk menyelesaikan beberapa kasus HAM," kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/9).

"Kalau enggak salah itu ada enam dibawa Komnas HAM. Sebenarnya harusnya yang memberi keterangan Pak Wiranto," sambung dia. [mc][www.tribunislam.com]

Sumber : dakwahmedia.web.id

Sebarkan...