Kocak, Penyandera Dedi Mulyadi Minta Tebusan 100Milyar, Netizen: Gak Usah Ditebus! Suruh Bawa Aja


Kocak, Penyandera Dedi Mulyadi Minta Tebusan 100Milyar, Netizen: Gak Usah Ditebus! Suruh Bawa Aja

Ketenangan di Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta, Jalan Gandanegara No. 25 mendadak tegang. Para pegawai tampak berlarian menyelamatkan diri.


Sekelompok teroris bersenjata lengkap merengseng masuk dan menyandera Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Kawanan teroris tersebut menyerang Bale Nagri, tempat berkantor pria yang kini gemar mengenakan peci hitam tersebut.

Suara tembakan yang berasal dari senjata laras panjang ditambah ledakan bom berdaya ledak rendah, berhasil melumpuhkan para petugas Satuan Polisi Pamong Praja yang tengah berjaga.

Tidak hanya menjadikan Dedi sebagai tawanan, kawanan teroris itu pun juga meminta tebusan uang senilai Rp 100 Miliar.

Penguasaan akses vital kantor pemerintah tersebut rupanya tidak berlangsung lama.

Sebanyak 30 pasukan khusus Kodam III Siliwangi dari Batalyon Yonif Raider 300/Brawijaya, merespons cepat dengan melumpuhkan serangan teroris dengan menggunakan senjata lengkap dan bom asap.

Mereka berhasil masuk dan melakukan penyelamatan setelah terjadi baku tembak selama kurang lebih 30 menit.

Serangan teroris tersebut bukan kejadian sebenarnya. Tetapi bagian dari simulasi pembebasan tawanan dan operasi penangkalan serangan teroris, yang dilakukan oleh pasukan khusus dari Kodam III Siliwangi.

Komandan Batalyon Raider 300/Brawijaya Mayor (Inf) Herry Indrianto mengatakan pasukan yang dia gawangi merupakan pasukan khusus yang diperuntukan untuk operasi pembebasan tokoh penting yang menjadi tawanan seperti Presiden dan Wakil Presiden.

“Ini simulasi untuk meningkatkan kemampuan raider dalam pembebasan tokoh penting yang menjadi tawanan. Biasa pejabat atau bahkan Presiden dan Wakil Presiden,” katanya dilansir Pasundan Ekspres (Jawa Pos Grup), kemarin (1/8).

Ketegangan nampaknya dirasakan secara pribadi oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Pasalnya, ia mengaku tidak diberitahu kepastian jam simulasi tersebut. Ia merasa terkejut saat desingan peluru tiba-tiba saja terdengar.

“Tadi itu sedang ngobrol dengan staff, tiba-tiba ada suara tembakan, lalu saya disergap teroris,” ujarnya.

Sebagai bagian dari warga Jawa Barat, Tokoh Nahdhatul Ulama Purwakarta itu pun merasa bersyukur karena Jawa Barat jauh dari potensi konflik bersenjata.

“Saya bersyukur dan bangga, ada TNI – POLRI yang selalu menjaga keamanan. Saya tidak bisa membayangkan jika tinggal di Negara konflik, Indonesia jauh dari konflik bersenjata,” pungkasnya.
loading...

Sumber: nasional.in

Berita drama penyanderaan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi tsb ditanggapi oleh Netizen yang sebagian besar tidak simpati.

Terlebih simulasi Teroris tersebut diadakan disaat isu Biksu Teroris sedang memanas.

Berikut diantara komentar-komentar Netizen:[www.tribunislam.com]


Sumber : apikepol.com

Sebarkan...