Genosida Rohingya Belum Usai, Akses Internasional ke Rakhine Ditutup



Aksi kekerasan yang mengarah kepada genosida atau pembersihan etnis terhadap Muslim Rohingya oleh para nasionalis Buddhis dan tentara Myanmar masih terus berlangsung hingga saat ini. Peristiwa biadab tak berperikemanusiaan yang tidak bisa diterima masyarakat internasional itu terutama terjadi di Maungdaw, Buthidaung, dan Rathidaung yang merupakan wilayah mayoritas Muslim.

Sejak hari Jumat pekan lalu, lebih dari 20.000 warga Muslim Rohingya dilaporkan telah memasuki wilayah Bangladesh tanpa “ijin” meskipun pemerintah Bangladesh sendiri telah menerapkan kebijakan untuk mengantisipasi masuknya manusia secara ilegal tersebut. Sementara puluhan ribu pengungsi Rohingya lainnya masih terus berdatangan menyeberangi perbatasan Myanmar-Bangladesh yang penuh resiko, termasuk menghadapi ancaman ranjau darat.

Salah satu sumber terpercaya mengatakan, selama enam hari terakhir ini lebih dari 60 desa-desa Rohingya di negara bagian Rakhine dibakar aparat militer Myanmar. Sementara penduduknya menyelamatkan diri dan mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh.

Jumlah korban yang tewas keseluruhan tidak diketahui secara pasti karena pihak militer Yangon masih keras kepala dan tidak mengijinkan akses bagi lembaga-lembaga pengawas internasional maupun lembaga non-pemerintah yang akan memasuki dan menyalurkan bantuan ke wilayah tersebut.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...