Soal Larangan Cadar, Kemenristek Dikti Minta PT Hargai Perbedaan


Soal Larangan Cadar, Kemenristek Dikti Minta PT Hargai Perbedaan

Universitas Pamulang Tangerang Selatan (Unpam) menerapkan larangan bercadar bagi mahasiswi dan berambut panjang untuk mahasiswa. Peraturan ini ditentang oleh LDK (Lembaga Dakwah Kampus) dan juga beberapa elemen di luar kampus.


Kementerian Riset, Teknologi, Dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti RI) bidang Direktur Kemahasiswaan, Didin Wahidin, turut berkomentar terkait hal ini. Ia mengatakan, hendaknya Perguruan Tinggi (PT) tidak menerapkan peraturan yang berbeda dari perguruan lainnya.

“Kita tidak ingin di PT (Perguruan Tinggi, red) manapun menerapkan sesuatu yang berbeda, dalam artian perbedaan (cadar, red) itu harus diterima,” ungkapnya pada Kiblat.net saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta pada senin (14/08) lalu.

Namun, Didin mengaku hingga saat ini dirinya belum mengetahui secara pasti soal larangan cadar tersebut di Unpam.

“Saya belum dengar, (secara spesifik, red) saya tidak berpendapat dulu. Mungkin mereka punya aturan sendiri, tapi dari Kementerian sendiri tidak ada larangan itu (cadar, red),” ungkapnya.

Secara pribadi, ia pun tidak mempermasalahkan jika seorang Muslimah menggunakan cadar. Menurut nya itu adalah hak seorang Muslim dan hak seorang warga negara Indonesia.

“Saya kira tidak masalah,” tukasnya.

Diketahui, Universitas Pamulang menerapkan larangan bercadar bagi mahasiswi nya lantaran dinilai cadar dapat mengganggu komunikasi.

Drs Darsono, Ketua Yayasan Universitas Pamulang beralasan, cadar menyebabkan yang terlihat hanya mata. Namun, ia tidak memaksa ke mahasiswi yang bercadar untuk melepaskan cadar.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...