Sejak Meikarta Dibangun, Warga Tertutup dengan Orang Baru


Sejak Meikarta Dibangun, Warga Tertutup dengan Orang Baru

Tatapan mata tajam terkesan penuh tanda tanya dan kewaspadaan dirasakan tim liputan Swamedium.com saat berkunjung ke Desa Cibatu, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat, desa yang menjadi lokasi proyek pembangunan Meikarta, Minggu (13/8) lalu.


Beberapa warga enggan menjawab dan memilih diam saat disapa bahkan cenderung acuh saat tim Swamedium.com mengajak berbincang-bincang mereka.

H.Anom (64), salah satu tokoh warga setempat yang tinggal di Jalan Kp Bangkuang RT 09 RW 06 yang masih memiliki sebidang tanah dan rumah di sana, mengungkapkan kalau saat ini, warga cenderung tertutup jika ada orang yang tidak dikenalnya.

“Disini warga desa emang banyak diem, apalagi kalo ada orang baru (dilihat) nanyain proyek, pada jaga jaga kali ya,” ujarnya.

Saat ditanya lebih jauh mengenai alasan para warga yang memilih diam, H. Anom menilai, karena kondisi warga yang tidak tahu menahu mengenai asal mula soal lahan pertanian maupun rumah miliknya nantinya diperuntukkan untuk apa setelah ada sejumlah orang yang menawarkan agar dijual.

“Dulu orang mah pada ngajual ngajual aja, gak tahu tanahnya untuk apa,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Wainah (50) salah satu dari sedikiit warga yang mau berinteraksi dengan orang baru, yang sehari-hari memulung sampah botol minuman kemasan, tidak tahu menahu soal proyek pembangunan tersebut.

“Ibu teh orang kecil gak ngerti apa apa,” tuturnya.

Diketahui, ia memiliki tiga orang anak dan dahulunya bekerja sebagai buruh tani dan memiliki tanah sekitar 1.340 meter persegi namun telah dilepas dengan harga murah beberapa tahun lalu. Dari hasil penjualannya itu, lalu ia gunakan untuk membeli sepetak tanah yang berlokasi jauh dari rumahnya saat ini.

Saat ini, dirinya hanya bisa menatap proyek pembangunan mega city yang ada di hadapan dengan tempat tinggalnya saat ini.

“Udah aja, sekarang mah gak punya apa apa, punya tanah sepetak tapi gak punya uang buat bangun (rumah) nya,” tutup dia.

Pantauan dari Swamedium.com di lapangan, warga desa terlihat beraktivitas seperti biasa. Pada umumnya, warga ada yang mengojek, menjajakan aneka dagangnya seperti berjualan nasi dan lauk pauk serta jajanan lainnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : dakwahmedia.web.id

Sebarkan...