Santri Demo Teriak “Bunuh Menteri”, Said Aqil: itu Masih Anak-anak, Masak iya di Kontrol Satu-satu


Santri Demo Teriak “Bunuh Menteri”, Said Aqil: itu Masih Anak-anak, Masak iya di Kontrol Satu-satu

Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj, akhirnya angkat bicara terkait peredaran video yang menunjukkan sejumlah partisipan demonstrasi penolakan kebijakan sekolah lima hari yang meneriakkan ujaran 'bunuh menterinya sekarang juga' sambil membawa atribut NU.


"Ya itu kan anak-anak masa iya mau dikontrol satu-satu ya nggak bisa. Tapi kita sudah berikan pengarahan," kata Said Aqil, di Jakarta Pusat, Senin (14/8).

Terkait banyaknya pihak yang melakukan demonstrasi penolakan tersebut, Said Aqil memperbolehkannya asal tetap berada dalam koridor yang tepat dan tidak mengarah pada tindakan anarkistis. Menurutnya, demonstrasi merupakan salah satu jalan penyalur aspirasi.

Terkait atribut NU yang dibawa oleh para pendemo, Said Aqil menuturkan bahwa mereka berasal dari sejumlah madrasah di bawah naungan NU yang merasa terancam akan pemberlakuan kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut.

"Karena yang akan tergusur itu kebanyakan madrasah yang dikelola oleh NU jumlahnya itu 76 ribu di Indonesia ini," ujarnya lagi.

Terkait kebijakan sekolah lima hari tersebut, Said Aqil mengaku tidak terlalu yakin.

"Sekolah lima hari itu akan menggusur madrasah yang telah ada di masyarakat itu ada SD, ada madrasah, ada masjid. Pagi sekolah di SD siangnya di madrasah. Saya yakin tidak akan diterapkan," katanya.[www.tribunislam.com]

Sumber : muslimbersatu.net

Sebarkan...