Puan Minta Kasus Victor Diselesaikan secara Kekeluargaan dan Tidak Emosional


Puan Minta Kasus Victor Diselesaikan secara Kekeluargaan dan Tidak Emosional

Semakin banyak pihak yang mengadukan Victor Laiskodat ke kepolisian. Setelah sejumlah partai politik, pemuda NTT juga melaporkan Ketua Fraksi Nasdem itu atas pidatonya yang dinilai provokatif dan mengandung ujaran kebencian.


Terkait kasus Victor tersebut, Puan Maharani meminta kepada semua partai politik untuk mengedepankan penyelesaian konflik secara kekeluargaan. Menurutnya, dengan pendekatan kekeluargaan, penyelesaian menjadi lebih santun dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

"Politik itu harusnya dilakukan secara beretika dan santun. Jadi, kalau ada hal-hal yang menimbulkan kesalahpahaman, selesaikan secara kekeluargaan," kata Puan di Jakarta, Rabu (9/8/2017), seperti dikutip Viva.

Karenanya Puan menyarankan agar seluruh parpol yang bertikai dapat bermusyawarah, bukan dengan menempuh penyelesaiannya ke ranah hukum.

"Saya sih, berharap semua berkepala dingin. Tidak emosional lah," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Victor menyampaikan pidatonya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (1/8/2017) lalu. Dalam potongan video berdurasi dua menit, Victor mengajak warga NTT untuk menolak partai dan calon kepada daerah pendukung khilafah. (Baca: Ini Video Victor Nasdem Tuduh Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN Dukung Khilafah dan Kaum Intoleran)

“Ada sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN,” kata Victor.

“Situasi nasional, ini partai mendukung kaum intoleran,” tambahnya.

Lebih jauh Victor mendefinisikan bahwa yang dimaksud kaum intoleran adalah kaum yang tidak suka orang lain, tidak suka agama lain.

Victor juga mengatakan bahwa arti negara khilafah adalah semua wajib sholat.

“Mengerti negara khilafah? Semua wajib sholat, semua lagi yang di gereja. Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua harus sholat,” tandasnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : tarbiyah.net

Sebarkan...