Politisi Nasdem Fitnah Khilafah Paksa Orang Kafir Sholat atau Dibunuh, Netizen ini Beri Sanggahan Telak!


Politisi Nasdem Fitnah Khilafah Paksa Orang Kafir Sholat atau Dibunuh, Netizen ini Beri Sanggahan Telak!

Ketua Fraksi Nasdem DPR, Victor Laiskodat, di Kupang NTT, menuai polemik. Dalam video yang viral di media sosial politisi nasdem ini memprovokasi dengan kata-kata 'kita bunuh pertama mereka, sebelum kita dibunuh'. Berikut kutipan lengkapnya:


Mangerti negara khilafah? Semua wajib solat. ... lagi di gereja, mangerti? Mangerti? Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan semua harus salat. 

Saya tidak provokasi, tetapi orang Timur yang semua itu berarti tunggu nanti negara hilang, kita bunuh pertama mereka, sebelum kita dibunuh (warga tertawa)

Menanggapi provokasi dan fitah keji politisi nasdem ini, seorang netizen Syarif Lee menulis sanggahan telak yang diunggah di akun facebooknya (5/8). Berikut postingan lengkapnya:

Jadi makin seru saja isu Khilafah... dibanyakin aja deh provokator kayak si Viktor... isunya malah jadi booming dan banyak yg penasaran...

banyakin orang2 yg nggak ngerti Islam tp ngomong Islam :D

Masak kalau Islam berkuasa semua orang kafir disuruh sholat semuanya... mereka akan dibunuh semua... ini ngomong sambil mabok kali.

Masuk Islam aja nggak ada paksaan, apalagi maksa sholat???

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” (QS. Al Baqarah: 256).

Orang kafir akan dibunuhi semua? maka bunuh mereka sebelum membunuh kita [ucapan si Viktor/Vikiran Kotor]

“Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi [Orang kafir yang dalam perlindungan Islam/Khilafah], maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun. ” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

“Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari no. 3166)[www.tribunislam.com]



Sebarkan...