Polisi Israel Tetapkan Benjamin Netanyahu Tersangka Kasus Suap dan Penipuan


Polisi Israel Tetapkan Benjamin Netanyahu Tersangka Kasus Suap dan Penipuan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus yang disematkan kepada dirinnya. Dua kasus tersebut meliputi suap, penipuan dan merusak kepercayaan.


Guardian melaporkan bahwa kasus ini menjadi krisis politik terparah yang pernah menyeret pimpinan Israel. Penetapan ini diputuskan setelah mantan kepala stafnya, Ari Haraw pada Jumat (04/08) bersedia menjadi saksi melawan Netanyahu.

Ari Haraw lahir di Amerika Serikat dan bekerja untuk Netanyahu pada tahun 2009-2010 dan 2014-2015. Namun jabatan itu akhirnya dicabut menyusul kasus korupsi yang menyeret namanya.

Menurut sebuah pernyataan dari Kepolisian Israel, Harow diperkirakan akan menerima enam bulan pengabdian masyarakat dan denda sebesar $ 193.000 atas pelanggaran kepercayaan terpisah – dan bukan hukuman penjara – sebagai ganti kesaksiannya.

Netanyahu diduga telah melakukan dua pelanggaran berat dalam dua kasus yang terpisah. Kasus pertama dikenal dengan Cases 1000, yang melibatkan Arnon Milchan seorang miliarder dan produser Hollywood.

Netanyahu disebut telah menerima barang mewah dari Arnon Milchan berupa cerutu dan sampanye. Sebagai imbalannya, Netanyahu kemudian melobi Menteri Luar Negeri AS John Kerry agar Arnon Milchan yang merupakan warganegara Australia diberikan visa AS yang baru.

Dalam kasus lain, yang disebut Cases 2000, Netanyahu mencoba membuat kesepakatan dengan Arnon Mozes pemilik Yedioth Ahronoth -salah satu koran terbesar di Israel- untuk berita-berita positif tentangnya. Imbalannya, Netanyahu membantu mengurangi skala operasi harian Israel Hayom yang merupakan saingan Yediot Aharonoth.

Selama penyelidikan terhadap Harow, polisi menyita ponselnya, dan menemukan rekaman yang mendokumentasikan percakapan Netanyahu-Mozes yang menjadi dasar penyelidikan Cases 2000.

Kecurigaan lainnya bermuara pada pemanggilan Sara, istri Netanyahu oleh kepolisian. Sara diintrogasi dalam kasus terpisah berkenaan dengan tingginya biaya rumah tangga di kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...