Pengamat: Meikarta, Bentuk Teror dan Tindak Radikal Korporasi Terhadap Rakyat dan Negara


Pengamat: Meikarta, Bentuk Teror dan Tindak Radikal Korporasi Terhadap Rakyat dan Negara

Promosi produk Meikarta Cikarang tetap berjalan kendati proyek Lippo Group itu tidak mendapatkan izin. Promosi yang tetap berjalan kendati tidak berizin merupakan bentuk teror dan radikal korporasi terhadap rakyat dan negara.


Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (16/08). Muslim meminta promosi Meikarta dihentikan. “Teror Meikarta ini harus dihentikan,” tegas Muslim.

Menurut Muslim, proyek Meikarta yang memunculkan ketimpangan sosial dan bisa menyulut konflik. “Proyek ini seperti api dalam sekam yang bisa memunculkan konflik bila tidak diatasi secara cepat,” kata Muslim.

Muslim menilai, Meikarta dengan kekuatan Lippo Group ingin mencengkeram negara melalui daya finansial yang luar biasa.

Tak hanya itu, Muslim memperkirakan Pemerintahan Joko Widodo tidak akan berdaya menghadapi proyek Meikarta milik Lippo Group. “Bisa jadi proyek Meikarta ini terkait dengan aliran dana Pilpres 2019, di mana Lippo Group membantu dana kampanye Jokowi,” kata Muslim.

Sebelumnya, Ketua Umum Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) Doni Zakiyamani (08/08) menegaskan bahwa pengembang Meikarta, Lippo Group, telah melakukan ‘kudeta’ terhadap wewenang negara.

Menurut Doni, Lippo lupa bahwa negeri masih memiliki pemerintah, baik itu pemda maupun pemerintah pusat. Jika pemerintah pusat diam saja berarti negera tidak lagi memiliki pemimpin. Hanya Pemda Jawa Barat yang berani menyatakan Lippo belum mengantongi izin.

“Meikarta menjadi bukti bahwa Jokowi adalah ‘budak’ kapitalisme terutama pengusaha Cina. Salah satu kesalahan bangsa ini menyerahkan kekuasaan padanya,” tegas Doni.[www.tribunislam.com]

Sumber : intelijen.co.id

Sebarkan...