Mudzakarah Ulama Ahlu Sunnah Wal Jamaah Se Jawa Timur Tolak Perppu NO 2 Th 2017


Mudzakarah Ulama Ahlu Sunnah Wal Jamaah Se Jawa Timur Tolak Perppu NO 2 Th 2017

MUDZAKARAH ULAMA AHLU SUNNAH WAL JAMAAH JAWA TIMUR, TOLAK PERPPU NO 2 TAHUN 2017

Alhamdulillah tsumma alhamdulillah pd tgl 25 agustus 2017 telah berlangsung mudzakarah ulama dan asatidz aswaja Jawa Timur. Perhelatan tsb dilaksanakan unt mensikapi PERPPU No 2 Tahun 2017.


Para Ulama dan asatidz yang rata2 sudah sepuh "keroyo royo" untuk rawuh pada mudzakarah tsb sebagai bentuk ihtimam thd urusan Islam dan kaum Muslimin.

Para ulama dan asatidz di Jawa Timur prihatin terhadap kesewenang-wenangan, sikap diktator yang dilakukan oleh penguasa. Alhasil, beliau beliau--hafidzahumullah-- yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ulama ahlu Sunnah Jawa Timur, mengadakan mudzkarah untuk mencari jalan keluar terhadap kesewenang-wenangan penguasa. Dan menurut mrk penyebabnya antara lain adl Terbitnya Perppu No 2 Tahun 2017 sebagai pengganti atas Undang-Undang No 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Para ulama dan asatidz yg tergabung dlm wadah forum komunikasi ulama aswaja Jatim berkumpul di Mojokerto untuk membahasnya.

Jumlah yg rawuh  Sekitar 100 ulama dan asatidz.

Shohibul Hajjah dan ketua Forum Komunikasi Ulama al mukarrom wal muhtarom KH. Joko Santoso mengawali dengan mengucapkan banyak terima kasih atas kerawuhan poro Ulama. Dan beliau berdoa bhw kehadiran para ulama dan asatidz menjadi amal shaleh.

Para ulama dan asatidz yang rawuh antara lain, al mukarrom wal muhtarom KH. Abdul Karim, al mukarrom wal muhtarom KH. Muhammad Yasin Pengasuh PP. Al Fatah Jember, al mukarrom wal muhtarom KH. Abdul Hamid pengasuh PP. Al hamidiyah Pasuruan, al mukarrom wal muhtarom Kyai Nashiruddin, al mukarrom wal muhtarom Kyai Muhammad Soleh dari Sidoarjo, al mukarrom wal muhtarom KH. Farid Ma’ruf, MA Pengasuh PP. Al Mimbab Jombang, al mukarrom wal muhtarom KH. Muhammad Nizar dari Jombang, al mukarrom wal muhtarom KH. Misbah Halimi, MPd.I, Dosen Umhasy Jombang, al mukarrom wal muhtarom Kyai Khairil Anam dari Sumenep, al mukarrom wal muhtarom  KH. Abdul Kholiq sejaligus tokoh masyarakat Surabaya Utara. Hadir pula di forum mudzakarah tersebut pengacara Muslim dari Jakarta, al mukarrom wal muhtarom Bapak Zulhaidir, SH yang juga merupakan  tim pengacara yang mengajukan Uji Materi di Mahkamah Konstitusi.

Al mukarrom wal muhtarom bapak zulhaidir SH pada forum tsb  menyampaikan pandangan dr aspek hukum terkait dengan perpu tersebut. Beliau  menyampaikan langkah-langkah yang  dilakukan  ke MK. Menurut beliau memang  Perpu ini wajib di tolak karena ia merupakan produk hokum yang sangat gegabah dari penguasa yang ketakutan akan kekalahannya. Kekuatan hukumnya di bawah Undang-undang. Namun jika DPR RI menyetujui, kekuatannya setara dengan undang-undang. Jika ini dibiarkan kediktatoran penguasa akan melebihi orde baru, orde lama dan bahkan melebihi penjajahan Belanda.

Mengapa? Karena Di pasal-pasalnya  menghilangkan peran peradilan sebagai lembaga hokum. Menghilangkan proses persidangan. Bukti nyatanya adl Hizbut Tahrir Indonesia. HTI dibubarkan dengan dicabut SK kemenkumhan tanpa proses pengadilan.

Perlu diketahui, bahwa Perppu ini bukan hanya untuk HTI, tapi juga ormas lain, bias jadi Nahdlotul Ulama, Muhammadiyah dan lain sebagainya.

 Pokoknya dimana penguasa merasa tidak suka bisa saja dicabut badan hukumnya bahkan tidak saja untuk ormas, namun juga untuk yayasan, sekolah dan pondok pesantren.

Kita melihat penguasa ini sangat anti Islam. Jika kita cermati, bahkan untuk semua rakyat Indonesia. Dakwah untuk perbaikan bangsa dan Negara menjadi terancam.

Maka dengan gerakan para Ulama Jawa Timur beserta santrinya diharapkan membuat "kepanikan" para penguasa.



Jadi intinya perppu ini untuk kepentingan penguasa, untuk meredam, mengendalikan dan menghabisi lawan-lawan pilitiknya.

 Perpu ini harus di tolak. Para ulama sebagai pewaris nabi yang hanya takut kepada Allah, adl yang yang berperan penting untuk menolaknya.

Selanjutnya  para ulama dan asatidz yg rawuh menyampaikan pendapat dan catatan catatan, al:
1. Al mukarrom wal muhtarom Abah Tamaji, beliau seorang ulama dan tokoh masyarakat asal Mojokerto. Beliau  memberikan wejangan, kita para ulama tidak boleh takut, kita hanya takut kepada Allah, jika kita takut dengan penguasa, belum tentu kita selamat di dunia dan pastilah tidak selamat di akhirat.

Apalagi saya dengan perpu ini untuk mencegah tegaknya Khilafah Islamiyah sebagai pemersatu umat di seluruh dunia. Lha wong bendera tauhid saja dilarang dikibarkan, padahal bendera itulah sebagai perlambang dan pengayom kita kelak di akhirat.

Saya pernah didatangi oleh beberapa orang untuk mengurungkan niat unjuk rasa menolah Perppu, saya katakan bahwa “saya tidak akan mundur selangkahpun. Saya tidak takut dengan ancaman kalian, saya hanya takut kepada yang membuat kalian.”

Ini sudah jelas, terang perwoco, kemana arah penguasa ini. HTI dibubarkan karena HTI menolak pemimpin kafir”

2. Al mukarrom wal muhtarom KH. Abdul Kholiq dari Surabaya Utara. Beliau  menyampaikan bahwa beberapa sahabar dari Ormas Islam dating ke rumah saya mereka intinya bertanya mengapa sampean menolak perppu ini? saya katakan bagi umat Islam menolak perppu ini hukumnya wajib termasuk sampean. Karena perpu ini akan membubarkan ormas Islam dan memenjarakan orang Islam. Jangan-jangan nanti sampean yang dipenjara.

Mereka juga bertanya mengapa sampean mengibarkan bendara Roya, saya katakana bahwa mengibarkan bendera tauhid hukumnya wajib karenanya bendera Rasulullah.

Kamu kalo mati juga ditutupi dengan bendera Rasul ini. Paham sampean.

3. Al mukarrom wal muhtarom Kyai Muslih dari Lamongan, saya mengajak kawan-kawan saya untuk unjuk rasa untuk menolak Perppu ini, sebab berpotensi dan terbukti telah menghalangi dakwah.
Saya takut dengan sabda Rasul, Jika kalian tidak menyampaikan amar makruf nahi Mungkar, maka akan aku ganti generasi ini dengan generasi berikutnya yang paling buruk. Sehingga sekalipun ulama berdo’a tidak akan  diijabahi”

Mari  dakwah ini tetep kita tegakkan. Jangan sampai penolakan perpu ini diambil alih oleh kelompok liberal, sosialis dan kapitalis.

Kita harus ambil bagian terdepan, semoga Allah segera tegakkan khilafah Islamiyah.

Kalo kita tidak melakukan, saya takut dengan sabda nabi tersebut.

4. Al mukarrom wal muhtarom KH. Mahmudi Sukri dari Malang. Apa yang kita alami saat ini adalah hal yang sangat kecil, wajar.

Andaikan Rasulullah Insan paling mulia ada disini pasti beliau hanya tersenyum melihat kita dan mengatakan ini tidak ada apa-apanya.

Beliau yang bisa terbang bukan hanya di langit namun sampai langit ke tujuh, pernah diboikot, dipersekusi, dan hampir-hampir beliau tak mampu melakukan sesuatu.

Disitulah pertolongan Allah datang dengan dibukanya hati para penguasa Aus dan Khojrod untuk menerima hidayah dan menyerahkan kekuasaannya kepada Rasul.

Tetap  kita berjuang mengikuti manhaj Rasul, karena dengan itu ada jaminan berhasil.

Saya sering didatangi banyak orang ada yang dosen, polisi, militer dan lain lain, bertanya tentang dakwah ini.  Alhamdulillah.

5. Al mukarrom wal muhtarom Kyai Khairil Anam dari Sumenep. Beliau cerita,  pernah ada rencana calon presiden untuk tahun 2019 mau datang ke Madura untuk bertemu dengan beberapa kiyai sepuh yang difasilitasi salah seorang pimpinan Ormas.

Dan Alhamdulillah para kiyai menolak. Beliau  menyampaikan bahwa para kiyai sepuh di Madura telah sepakat untuk menolak perppu ini dan berada di Belakang HTI untuk menolaknya.

 Kapanpun diminta kami siap untuk ke Jakarta ke Gedung DPR RI. Kemarin kami sudah ke gedung DPRD Jatim.

Alhamdulillah tsumma alhamdulillah krn taufiq dan inayah Allah swt semata rangkaian acara mudzarah tsb lancar, dan dlm suasana yg penuh dg kekeluargaan dan rasa ukhuwwah. Selanjutnya  acara diakhiri dg doa.

Dan sebelum doa, Shohibul Hajjah al mukarrom wal muhtarom KH, Joko Santoso membacakan petisi untuk Fraksi-Fraksi di DPR RI, yang intinya para Ulama Jawa Timur menasihati Wakil Rakya di DPR RI agar menolak  Perpuu No 2 tahun 2017 ini.  Menyeru kepada DPR RI untuk menolak Perppu no 2 Tahun 2017 untuk dijadikan sebagai Undang-Undang. Kami para ulama akan mencatat partai politik mana saja yang tidak berpihak kepada Islam dan kaum muslimin yang mendukung Perppu No 2/2017 tersebut, selanjutkan kami sampaikan kepada para muhibbin atau pengikut kami agar tidak memilih partai politik, calon presiden, calon legislative, calon kepala daerah yang diusung oleh partai tersebut

Selanjutnya doa yang dipimpin oleh al mukarrom wal muhtarom shahibul fadhilah KH, Ahmad jauhari dari Kediri yang diamini oleh para ulama akhirat yang rawuh. Insyaallah biidznillah wa taufiqih Allah Tabaraka wa Taala segera memberikan pertolongannya pd agama-Nya dan umat ini.[www.tribunislam.com]



Sumber : dakwahmedia.web.id

Sebarkan...