MS Kaban: Reklamasi Harus Distop Total, Kalau Rugi ya Salahnya Sendiri



Malam acara Kenduri Budaya dan Nasionalisme bertajuk Kebun Merah Putih, Jumat (25/8), di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara berlangsung meriah.

Sejumlah tokoh dan aktivis tampak hadir di acara seni, budaya, dan puisi yang digagas oleh berbagai elemen di Jakarta Utara ini.

Diantaranya mantan Menteri Kehutanan M.S Kaban, Sejarawan JJ Rizal, Tokoh senior masyarakat Jakarta Utara Sabri Saiman, Jamran AMJU, Daeng Mansur dan lainnya.

Dalam acara tersebut, M.S Kaban mengatakan, kemerdekaan itu pada dasarnya untuk kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, kita harus kembali pada niat kemerdekaan.

"Kemerdekaan itu adalah yang bangsa Indonesia. Kemerdekaan itu modalnya sumber daya alam," kata M.S Kaban.

Namun sayangnya, sambung M.S Kaban, 72 tahun Indonesia merdeka, tapi pola-pola yang dilanjutkan masih pola zaman kolonial.

Dia menyatakan, sejak awal tidak setuju dengan adanya reklamasi Teluk Jakarta.

"Saya dari awal sudah mengingatkan, bahwa tidak ada satu pun dasar hukum reklamasi itu. Kalau kebenaran sudah tidak dibenarkan, maka bakal jadi malapetaka," ujarnya.

"Siapa bangsa Indonesia itu? Bangsa Indonesia itu lah yang terjajah. Jadi kita harus sadar, semua yang bersumber dari alam itu dikuasai oleh negara," imbuhnya.

Menurut M.S Kaban, pola-pola yang ada sekarang ini masih melanjutkan pola kolonial. "Reklamasi itu harus di stop total. Kalau itu ada kerugian, ya kesalahan sendiri," tegasnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : muslimbersatu.net

Sebarkan...