Kisah Ustadz Abdul Somad Ditelpon Seorang Wanita Tengah Malam



Menjadi ustadz dan dai terkadang harus siap menghadapi hal-hal yang di luar dugaan. Jika tidak bisa menyikapinya dengan bijak, bisa terjatuh ke salah satu dari dua hal. Pertama, dinilai tidak membantu umat. Kedua, jika membantu tapi tidak tepat, bisa mendatangkan persoalan baru. Misalnya, saat ada muslimah yang menelepon malam-malam.

Pada kajian muslimah di Batam baru-baru ini, Ustadz Abdul Somad menceritakan kisahnya saat ditelepon seorang wanita tengah malam.

“Assalamu’alaikum...” kata seorang wanita dari balik telepon. Terdengar isak tangis menyertai salamnya.

“Wa’alaikum salam, maaf salah sambung,” jawab Ustadz Abdul Somad setelah mendengar itu suara wanita.

“Tidak Ustadz, saya mau konsultasi ke Ustadz Abdul Somad,” sergah wanita itu.

Akhirnya Ustadz Abdul Somad pun mengijinkannya untuk melanjutkan. “Ya, ada apa?”

“Saya sedang duduk di atas sajadah Pak Ustadz, tahajud” lanjut wanita tersebut terisak-isak.

“Terus?”

“Suami saya sedang di luar. Ia pesta narkoba sama WTS.”

“Kok bisa? Kenapa kamu tak gugat dia ke pengadilan? Kenapa tak panggil walimu? Beri pelajaran”

“Kata guru spiritual saya, surga saya di bawah telapak kaki suami.”

“Pembodohan. Itu guru spiritual bodoh.” Ustadz Abdul Somad marah. Pertama, marah kepada guru spiritual itu. Kedua, marah karena ditelepon malam-malam. Namun, itu ia tetap memberikan penjelasan sebagai solusi atas permasalahannya. Terutama meluruskan terkait sikap istri jika suaminya telah demikian jauh berbuat dosa.

Tidak boleh taat kepada makhluk dalam rangka bermaksiat kepada Allah. Ketaatan kepada suami juga dalam bingkai taat kepada Allah tidak boleh mendurhakai-Nya. Dan jika seorang suami sudah main WTS yang tidak hanya termasuk dosa besar namun juga membahayakan jika suami tertular penyakit berbahaya lalu menularkannya kepada sang istri, maka boleh bagi sang istri mengadu kepada walinya atau bahkan menggugat cerai ke pengadilan.[www.tribunislam.com]

Sumber : tarbiyah.net

Sebarkan...