Khawatir Seperti Kasus Ahok, AM Fatwa Desak Nasdem Minta Maaf Atas Pidato Provokatif Victor


Khawatir Seperti Kasus Ahok, AM Fatwa Desak Nasdem Minta Maaf Atas Pidato Provokatif Victor

Demi hubungan politik yang sehat dan konstruktif antar partai politik dan menghindari kegaduhan, sebaiknya Partai Nasdem berjiwa besar meminta maaf atas pidato provokatif Ketua Fraksi Nasdem DPR RI Victor Bungtilu Laiskodat.


Penegasan itu disampaikan politisi senior yang juga senator DKI Jakarta, AM Fatwa, menyikapi kengototan elit Partai Nasdem yang menegaskan tidak ada yang salah dari pidato Victor Laiskodat di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.

“Menyayangkan sikap Partai Nasdem yang ngotot membela kadernya, Victor Laiskodat yang nyata-nyata berpidato dengan nada provokatif,” tegas AM Fatwa di akun Twitter @AMFatwa.

Tak hanya itu, AM Fatwa meminta pihak kepolisian untuk merespon kasus Victor Laiskodat. “Di sisi lain, polisi perlu segera merespon kasus ini agar tidak menimbulkan efek eskalasi yang lebih besar seperti dulu yang terjadi pada kasus Ahok,” tulis @AMFatwa.

Dalam video yang beredar, Victor Laiskodat menuding Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat mendukung khilafah dan intoleran. “Kelompok ektrim ini mau mengganti NKRI dengan negara khilafah. Ada sebagian kelompok ini mau membikin negara khilafah. Celakanya partai-partai pendukungnya ada di NTT juga. Partai yang mendukung ekstrimis di NTT itu, Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN,” demikian pernyataan di video yang viral di sosial media itu.

Di sisi lain, elit Partai Nasdem tetap pasang badan dan tak akan meminta maaf atas perilaku Victor. “Dalam konteks membela Pancasila, melindungi Pancasila, menjaga konstitusi, Pancasilais sejati. Terhadap pernyataannya untuk menjaga Pancasila disuruh meminta maaf, konteksnya benar apa tidak,” kata Ketua DPP Nasdem Johnny G. Plate seperti dikutip viva (05/08).

Menurut Johnny, pidato Victor masih wajar dan belum ditemukan unsur memecah belah. Ucapan Victor dianggap realita kondisi sebenarnya yang mudah dipahami oleh konstituen di Kupang.

“Pak Victor mengatakan, secara terus terang menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh konstituen di Kupang untuk memperkuat Pancasila. Memang kalau dilihat dari sisi politik hal itu bisa mengganggu. Tapi, jika memperhatikan suasana yang berkembang, respons interaktif dari rakyat yang hadir bagus, tepuk tangan, ditanya betul jawab betul,” ujar Johnny.[www.tribunislam.com]

Sumber : intelijen.co.id

Sebarkan...