Karena Drone, Mimpi Haji Pria Miskin Ini Dipenuhi Pemerintah Turki


Karena Drone, Mimpi Haji Pria Miskin Ini Dipenuhi Pemerintah Turki

Al-Hassan Abdullah, bapak tua yang hidup miskin di pinggiran desa kecil di Ghana, ceritanya menjadi viral di media sosial Turki. Kisahnya tentang mimpi untuk berangkat haji tercapai dengan cara yang tak terduga.


Suatu ketika, seorang jurnalis dari sebuah kantor berita Turki sedang melakukan footage (rekaman) di sebuah desa di Ghana dengan menggunakan drone untuk keperluan dokumenter. Namun, drone itu tiba-tiba jatuh di atap rumah milik Al-Hassan Abdullah.

Saat hendak mengambil, si jurnalis ini dihampiri oleh Al-Hassan Abdullah. Tak sungkan, bapak tua itu kemudian bertanya polos kepada jurnalis itu, “bisakah pesawat kecil ini berubah menjadi besar lalu membawaku ke Makkah untuk berhaji?”.

Mendengar pernyataan polos itu, jurnalis yang berasal kantor berita Turki TRT men-tweet kisah dan foto Al-Hassan Abdullah di Twitter. Dalam hitungan menit, cerita Al-Hassan Abdullah meluas ke penjuru Turki. Hingga menarik perhatian Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu.

Mevlüt Çavuşoğlu-lah yang kemudian yang menyuruh untuk menghubungi orangtua tersebut dan mengabarkan bahwa seluruh biaya perjalanan haji akan ditanggung oleh pemerintah Turki.

“Kami berkoordinasi dengan Kedubes Turki di Ghana dan kami berhasil untuk mengatur semuanya. Hari ini Abdullah di sini. Kami semua sangat bahagia. Jika semuanya berjalan lancar, ia akan berangkat haji di tahun 2017 ini. Ia sangat berterima kasih atas apa yang orang-orang Turki lakukan untuknya,” ungkap Menlu Turki Mevlüt Çavuşoğlu.

Al-Hassan Abdullah kemudian diterbangkan dari Ghana dengan maskapai Turki Airlines dan tiba di Istanbul, Turki pada Jumat pagi (18/08). Kedatangannnya di bandara disambut oleh Cihad Gökdemir, Wakil Presiden Asosiasi Bantuan dan Perserikatan Ghana-Turki.

“Selama bertahun-tahun saya telah menunggu hari ini. Tak ada yang bisa saya ucapkan, kecuali terus-menerus bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kesempatan ini. Doa selalu terpanjatkan untuk semua orang yang turut membantu mewujudkan mimpi saya ini. Sepulang berhaji ke Makkah, saya baru bisa menjalankan hidup dengan tenang di Ghana,” ungkap Abdullah saat diwawancarai Anadolu.

Abdullah juga mengucapkan terima kasih kepada Turki yang telah mewujudkan mimpinya. Ia mengaku bahwa bantuan ini merupakan wujud persaudaraan antara umat Islam. Sementara itu, Cihad Gökdemir juga menceritakan bagaimana proses pemberangkatan haji Al-Hassan Abdullah oleh pemerintah Turki.

“Cerita ini berawal beberapa hari menjelang Presiden Erdogan berkunjung ke negara saya. Kru televisi datang ke desa (Abdullah) untuk keperluan dokumenter. Abdullah kemudian mengambil sebuah drone (yang jatuh di atap rumahnya) dengan tangan. Ketika ia mengetahui bahwa benda itu bisa terbang. Abdullah bertanya ‘bisakah pesawat kecil ini berubah menjadi besar lalu membawaku ke Makkah untuk berhaji?’.”

“Salah satu teman kita dari kantor berita Turki TRT berbahasa Inggris kemudian membagikan kisah ini melalui Twitter. Setelah itu, banyak orang, perusahaan, atau lembaga di Turki yang menawarkan untuk pemberangkatan haji bagi Abdullah,” jelasnya.

Lebih-lebih, tawaran itu juga datang dari Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu. Gokdemir kemudian mencoba untuk menghubungi Abdullah, dengan mengutus seorang polisi dari kota Erzurum (Timur).[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...