Fakta Mencengangkan Dirjen Perhubungan Laut yang Kena OTT KPK, Bikin Geleng-geleng…


Fakta Mencengangkan Dirjen Perhubungan Laut yang Kena OTT KPK, Bikin Geleng-geleng…

Komisi pemberantaran Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono tersangka penerima suap.


Ia ditangkap di rumahnya di Mess Perwira Bahtera Suaka Blok B 1-2, Jalan Gunung Sahari Raya No. 65 Jakarta Pusat, Rabu (23/8) malam karena menerima suap dari PT Adhi Guna Keruktama (AGK).

Di mata para tetangga, Tonny dinilai sebagai pribadi yang baik dan pintar.

Bahkan menurut Andre, Tony pernah ikut kuis Who Wants to Be a Millionaire yang sempat nge-hits beberapa tahun lalu.

Di kuis yang hadiah utamanya Rp1 miliar itu, ATB masuk sampai tahap Rp 30 juta.

“Memang pintar dia orangnya,” kata lelaki 54 tahun itu Kamis (24/8).

Yang cukup mencengangkan adalah, Tonny diketahui membeli makam mewah di Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat seharga Rp1 miliar yang diperuntukan istrinya.

“Kaget juga dia beli tanah Rp1 miliar untuk pemakaman di sana. Uang dari mana? Kan hanya seorang dirjen,” heran dia.

Selain itu, Tonny juga diketahui mengkuliahkan dua putra dan putrinya di Amerika Serikat.

“Dua anaknya kuliah di Amerika. Anaknya cowok dan cewek,” sambung dia.

Andre yang anak pensiunan pejabat di Direktorat Perhubungan Laut itu mengaku paham betul berapa kisaran gaji dari seorang Dirjen.

Sehingga, lanjut Andre, janggal juga bagi dia bila Tonny bisa mengkuliahkan kedua anaknya di Amerika dan memakamkan istrinya di San Diego Hills.

“Saya juga tidak tahu apakah dia memiliki usaha lain dengan penghasilan lebih lainnya,” tutupnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua orang tersangka dalam OTT KPK di Kemenhub Rabu (23/8) malam kemarin hingga Kamis (24/8) dini hari.

Total, lembaga antirasuah itu menangkap lima orang.

Pihak pertama yang ditangkap adalah Tonny di tempat tinggalnya, Mess Perwira di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada Rabu (23/8) malam pukul 21.45.

Sedangkan empat orang lainnya ditangkap pada hari ini, tiga di antaranya merupakan pihak swasta dari PT Adhi Guna Keruktama (AGK) yang berkantor di Sunter, Jakarta Utara.

Salah satunya adalah Adhi Putra Kurniawan selaku komisaris PT AGK yang ditangkap di tempat tinggalnya di sebuah apartemen di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, KPK juga menangkap seorang anak buah Tonny di Ditjen Hubla.

Dalam OTT itu KPK mengamankan sejumlah uang dan kartu ATM.

Uang tunai yang diamankan mencapai Rp18,9 miliar. Sedangkan dalam rekening di Bank Mandiri ada Rp1,174 miliar.

Sebagai pihak pemberi, Adiputra dikenakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 uu31/1999 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Tony Budiono sebagai pihak penerima dijerat dengan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.[www.tribunislam.com]

Sumber : nasional.in

Sebarkan...