Demo Freeport Terbesar Sepanjang Sejarah Pertambangan RI


Demo Freeport Terbesar Sepanjang Sejarah Pertambangan RI

Ketua Indonesian Mining Institute (IMI), Irwandy Arif menyatakan, sepanjang dirinya menggeluti industri pertambangan, belum pernah mendengar kabar adanya pemogokan kerja dan unjuk rasa besar selain kasus PT Freeport Indonesia.

Dia tak membantah pemogokan kerja dan unjuk rasa secara besar-besaran yang dilakukan oleh eks karyawan PT Freeport Indonesia merupakan hal yang terbesar sepanjang sejarah industri pertambangan Indonesia.

Irwandy menegaskan, dari jumlah pekerja di industri pertambangan Indonesia yang sekitar 120-150 ribu orang, belum ada mogok besar-besaran seperti itu yang berujung ricuh.

"Apa yang saya alami selama 40 tahun di industri pertambangan, jarang dengar mogok gede-gedean, selain Freeport," kata Irwandy dalam diskusi di kantor Apindo, Jakarta, Rabu 23 Agustus 2017.

Ia juga menegaskan, selama dirinya menjadi komisaris di PT Antam Tbk, tidak pernah ada pemogokan karyawan. Begitu pun pada perusahaan di sektor yang sama seperti PT Vale Indonesia Tbk dan PT Adaro Energy Tbk.

"Di Adaro juga hampir enggak pernah kejadian satu hal yang serius. Selama mereka sudah menandatangani kontrak perjanjian itu, terus diberi satu keadilan, misalnya pada waktu harga naik, profit juga naik," kata dia.

Dia pun menambahkan, perusahaan tambang yang adil adalah perusahaan yang membagi keuntungan yang lebih besar kepada karyawan saat harga komoditas tambang melambung tinggi. Bahkan, kata dia, gaji, bisa dilakukan hingga 24 kali.

"Kalau perusahaan lagi naik (untungnya), gaji juga bisa 1 tahun 24 kali. Kalau di Freeport, dan Vale biasanya maksimum 15 kali. Tapi memang saya tahu Freeport sampai sekarang masih perusahaan tambang yang kasih gaji tertinggi. Tapi, yang repot itu kalau keadilan itu enggak ada," ujar dia.[www.tribunislam.com]

Sumber : viva.co.id

Sebarkan...