Daya Beli Turun, Jawaban Darmin: Masyarakat Pilih Rekreasi Daripada Beli Baju Baru


Daya Beli Turun, Jawaban Darmin: Masyarakat Pilih Rekreasi Daripada Beli Baju Baru

Masalah daya beli masyarakat yang melambat pada kuartal II tahun ini dinilai menjadi penanda adanya pergeseran pola belanja masyarakat. Akibatnya, terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini yang hanya mencapai 5,01 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu 5,18 persen.
Beberapa analis menganggap kondisi tersebut disebabkan adanya pergeseran belanja dari sebelumnya offline ke online, sehingga pendapatan ritel modern tertekan. Untuk memastikan masalah tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar seminar "Apakah Perekonomian Melambat?" Sejumlah pakar didatangkan untuk membahas pertumbuhan ekonomi, mulai dari BPS, Bank Indonesia, pengusaha mulai dari bisnis perhotelan, sampai e-commerce. Menurut Darmin, di era kemajuan teknologi seperti sekarang, pertumbuhan ekonomi sangat dinamis, sehingga pola konsumsi masyarakat pun berubah.

"Dulu mungkin beli baju baru itu sesuatu yang membanggakan. Tapi sekarang ada hal lain yang berhubungan dengan rekreasi dan gaya hidup yang menjadi penting. Sangat berbeda dengan beberapa tahun yang lalu," kata Darmin saat membuka seminar di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/8).

Darmin menambahkan, mungkin ada sejumlah data konsumsi yang belum tertangkap sistem yang sekarang. Seperti diketahui, sistem transaksi online saat ini belum belum masuk dalam data base BPS.

"Pertumbuhan industri teknologi memang besar, tapi ini bukan hanya tentang soal teknologi dan produk turunannya. Tapi ekonomi digital memang berkembang," ujar Darmin.[www.tribunislam.com]

Sumber : oborislam.com

Sebarkan...