Terjadi Di Era Jokowi! Rekor Pertumbuhan Utang Pemerintah Sejak Negeri Ini Merdeka


Terjadi Di Era Jokowi! Rekor Pertumbuhan Utang Pemerintah Sejak Negeri Ini Merdeka

LUAR BIASA NYA REKOR PERTUMBUHAN UTANG PEMERINTAH SAAT INI SEJAK NEGERI INI MERDEKA

(1) Pekan lalu (6/7), pemerintah menyerahkan nota perubahan (APBN-P) 2017 kpd DPR. Ada bbrp persoalan terutama terkait tata kelola anggaran.


(2) Persoalan tata kelola anggaran menyebabkan utang semakin menggunung karena tak ada tata kelola utang yang terukur.

(3) Baru sj pd 19 Mei lalu, Pemerintah menyampaikan di depan DPR jika defisit anggaran hny akan mencapai Rp 330,2 triliun / 2,42 % dari PDB.

(4) Anehnya, belum berselang dua bulan, proyeksi defisit itu berubah drastis mnjadi Rp397,2 triliun, atau mencapai 2,92 persen terhadap PDB.

(5) Selisih proyeksi defisit Rp 67 triliun bukanlah angka yg kecil. Knp dlm dua bulan, perhitungan yg dibuat pemerintah cepat sekali berubah.

(6) Lebih aneh lagi, meskipun proyeksi defisit untuk thn 2017 berubah drastis, namun proyeksi defisit 2018-2020 dlm nota APBN-P tdk diubah.

(7) Terus meningkatnya defisit anggaran, yg kini mencapai 2,92 persen, tentu tak bagus, krn sudah pasti akan ditutup dgn utang.

(8)Tambahan utang baru pasti lebih besar dari defisit, krn selalu disertai tambahan rencana investasi yg dibiayai utang. Utang makin numpuk.

(9) Dalam catatan saya, selama 2,5 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, utang Indonesia telah bertambah Rp1.062 triliun.

(10) Pertambahan ini hampir sama dgn pertambahan jmlh utang periode kedua pemerintahan Presiden SBY, yg pd 2009-2014 mncapai Rp1.019 triliun.

(11) Artinya, pertumbuhan utang pemerintah saat ini bisa dikatakan luar biasa. Sejak Indonesia merdeka, inilah rekor utang tertinggi.

(12) Pada akhir 2014, utang kita tercatat masih Rp2.604,93 triliun, tapi pd akhir Mei 2017 lalu, jumlahnya telah menyentuh Rp3.672,33 triliun.

(13) Di tengah defisit anggaran yg kian membesar, utang yg jatuh tempo pd 2018 & 2019 jg cukup besar, mencapai Rp390 triliun & Rp420 triliun.

(14) Jumlah trsbt itu baru menghitung utang jatuh tempo, belum jika kita memperhitungkan pembayaran bunga utang tiap tahun.

(15) Sbg gambaran, bunga yg dibayar pd 2016 sebesar Rp182,8 triliun. Pada 2017 ini, pembayaran bunga dianggarkan sebesar Rp221,2 triliun.

(16) Sayangnya, pemerintah selama ini selalu menutup-nutupi pertumbuhan utang dgn dalih rasionya terhadap PDB masih kurang dari 30 persen.

(17) Selama ini rasio utang terhadap PDB memang masih bergerak pada level 27-28 persen.

(18) Membandingkan utang dgn PDB bisa manipulatif, krn mestinya jumlah utang dibandingkan dgn pendapatan pemerintah sendiri, bukan trhdp PDB.

(19) PDB menggambarkan pendapatan total seluruh pelaku ekonomi suatu negara, mulai dari pemerintah, masyarakat, swasta, hingga orang asing.

(20) Jadi, nilai PDB tdk mencerminkan pendapatan asli pemerintah, aplgi rasio pajak kita trhdp PDB jg tergolong kecil, hny pd kisaran 11%.

(21) Shg membandingkan utang dgn PDB bisa manipulatif, krn tdk menggambarkan kemampuan riil perekonomian kita.

(22) Harusnya utang dibandingkan terhadap pendapatan pemerintah sebagaimana tercantum dalam APBN.

(23) Kita bandingkan, pd 2012 rasio pendapatan nasional trhdp total utang kita masih di angka 67,6%, tapi pd 2017 rasionya tinggal 43,6%.

(24) Rasio pendapatan trhdp utang terus-menerus turun. Ini mestinya dijadikan acuan oleh pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan.

Oleh : Fadli Zon
(Wakil Ketua DPR)[www.tribunislam.com]

Sumber : portal-islam.id

Sebarkan...