Dradjad Wibowo: Pak Mentan dan Pak Kapolri Paham Pertanian Tidak Ya?


Dradjad Wibowo: Pak Mentan dan Pak Kapolri Paham Pertanian Tidak Ya?

Ekonom yang juga politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo menyarankan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur keras Kapolri dan Mentan dalam kasus beras.

"Sebagai alumnus IPB, saya berharap Presiden Jokowi menegur keras Kapolri dan Mentan dalam kasus beras. Saya tidak kenal pemilik dan pengurus PT IBU. Tapi setelah mempelajari apa yang mereka lakukan, saya harus katakan bahwa, bisnis mereka itu merupakan sebuah inovasi tata niaga pertanian yang brilian," ungkap Dradjad, Selasa (25/7/2017).

Mereka yang belajar ekonomi pertanian atau agribisnis paham sekali, tata niaga pertanian sering menjadi salah satu titik paling lemah dalam pembangunan pertanian," lanjutnya.

Bahkan, katanya lagi, kerap memberi kontribusi negatif thd kesejahteraan petani. Sering kali petani harus membayar input tani yang terlalu mahal, Dradjad menegaskan kembali, dan atau menerima harga jual hasil tani yg terlalu murah.

"Akibatnya, rumus taninya atau bahasa statistiknya indeks nilai tukar petani, cenderung jelek bagi petani. Banyak penyebabnya. Antara lain karena rantai tata niaga yang terlalu panjang, pemain tata niaga yang eksploitatif terhadap petani, dan sebagainya," urainya.

Ditegaskan, IBU memang bukan penolong petani yang tanpa kepentingan. Mereka hanya perusahaan hilir beras yang mencari keuntungan. Akan tetapi, kata Dradjad, mereka melakukannya dengan sebuah inovasi tata niaga.

Hasilnya, mereka sanggup membeli dengan harga yg lebih mahal dari petani. Dradjad mengaku kagum lantaran, mereka (IBU) sanggup menjual dengan harga lebih mahal kepada konsumen.

Artinya, lanjutnya lagi, IBU mampu menciptakan permintaan, dan sekaligus marjin cukup besar sebagai imbalan bagi inovasinya. Petani juga diuntungkan.

"Meski saya yakin IBU lebih diuntungkan dibanding petani. Perusahaan inovator seperti ini harusnya diberi penghargaan. Kalaupun berbuat salah, diberi pembinaan. Bukan dihukum, dengan tuduhan yang membuat alumnus pertanian seperti saya bertanya-tanya, Pak Mentan dan Pak Kapolri ini paham pertanian tidak ya?" Dradjad mempertanyakan.

"Bapak Presiden yang terhormat, kisruh beras ini membuat pemerintahan bapak jadi terlihat anti petani dan anti perusahaan pertanian," sindir Dradjad.[www.tribunislam.com]

Sumber : tribunnews.com

Sebarkan...