Tujuh Bulan Terakhir, Hampir 600 Warga Yaman Meregang Nyawa Terkena Wabah Kolera


Tujuh Bulan Terakhir, Hampir 600 Warga Yaman Meregang Nyawa Terkena Wabah Kolera

Wabah kolera yang membuat ribuan warga jatuh sakit di Yaman dalam tujuh bulan terakhir telah membunuh hampir 600 orang.



UNICEF mengatakan penyakit kolera menyebar sangat cepat, dengan jumlah kasus yang diduga diperkirakan mencapai 130.000 dalam dua pekan ke depan.

Diperkirakan 70.000 kasus kolera telah dilaporkan oleh UNICEF di Yaman. Hampir 600 orang meninggal selama bulan lalu. Penyakit ini terus menyebar pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Badan kemanusiaan PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan pembangunan kepada anak-anak dan ibu di negara-negara berkembang itu mengatakan pada Jumat (2/6/2017) bahwa situasi yang mengerikan bagi anak-anak di Yaman dengan cepat berubah menjadi bencana.

“Kolera tidak memerlukan izin untuk menyeberangi sebuah pos pemeriksaan atau perbatasan, juga tidak membedakan antara wilayah kontrol politik,” kata Direktur Regional UNICEF, Geert Cappelaere, setelah kunjungannya ke negara tersebut, seperti dikutip Aljazeera, Sabtu (3/6) dari situs badan PBB tersebut.

Dia memberi peringatan bahwa “jumlah kasus yang dicurigai diperkirakan mencapai 130.000 dalam dua pekan ke depan”.

UNICEF mengatakan setidaknya 10.000 kasus kolera dilaporkan terjadi dalam 72 jam terakhir saja.

Cappelaere menggambarkan adegan mengerikan anak-anak yang hampir tidak dapat melanjutkan hidup dan bayi kecil dengan berat kurang dari 2 kg, berjuang untuk tetap hidup di salah satu dari beberapa rumah sakit yang dia kunjungi.

“Tapi mereka adalah orang-orang yang beruntung. Anak-anak yang tak terhitung jumlahnya di sekitar Yaman meninggal setiap hari dalam diam disebabkan penyakit kolera, diare atau malnutrisi,” katanya.

Cappelaere mengatakan petugas kesehatan berlomba melawan waktu untuk mencegah kolera membunuh lebih banyak anak, meski tidak menerima gaji mereka hampir dalam sembilan bulan terakhir.

Yaman telah terkoyak oleh konflik sejak 2014, ketika pemberontak milisi Syiah Houthi, bersekutu dengan tentara yang setia kepada mantan pemimpin Ali Abdullah Saleh, menguasai sebagian negara tersebut, termasuk Ibu Kota Yaman, Sana’a.

Sejak saat itu, konflik telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, memaksa jutaan warganya ke ambang kelaparan, menurut PBB.

PBB mengatakan bahwa wabah kolera yang belum pernah terjadi sebelumnya di Yaman mengancam kehidupan 1,1 juta ibu hamil yang kekurangan gizi, yang membutuhkan layanan kesehatan reproduksi dan perawatan langsung.

Hampir seperempat dari penduduk Yaman membutuhkan bantuan pangan mendesak saat ini, kata Program Pangan Dunia.

Dengan jutaan orang di ambang kelaparan, mereka yang kekurangan gizi dan memiliki sistem kekebalan tubuh lemah berisiko menderita kolera.

Hanya beberapa fasilitas medis yang masih berfungsi. Sementara dua pertiga penduduknya hidup tanpa akses air minum yang memadai, kata PBB. (EZ/Salam-Online)[www.tribunislam.com]

Sumber : salam-online.com

Sebarkan...