Tanggapi Ade Armando, Eggi Sudjana: Baguslah, Kita Lihat Siapa yang Dapat Azab Allah Nanti


Tanggapi Ade Armando, Eggi Sudjana: Baguslah, Kita Lihat Siapa yang Dapat Azab Allah Nanti

Kasus baladacintarizieq bikin geger Tanah Air. Saat kasus ini muncul ke publik, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab menyangkal dengan sumpah muhabalah di jagat Twitter. Belakangan sumpah senada juga dilakukan akademisi Ade Armando. Kira-kira siapa yang akan diazab ya? Ih ngerii...


Mubahalah berarti saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah SWT dijatuhkan atas orang yang zalim atau berbohong di antara mereka yang berselisih. Nah persilisihan yang ada antara Rizieq dengan Ade kali ini adalah ihwal dugaan kasus mesum, Rizieq dengan Firza Husein.

Perseteruan ini berawal dari munculnya situs baladacintarizieq.com yang kini sudah ditutup pemerintah. Situs itu, di medio Januari 2017, memposting tudingan chatsex antara Rizieq dan Firza Husein. Tak hanya itu, beredar pula foto telanjang diduga Firza. Belakangan keduanya menjadi tersangka di kasus ini. Sementara penyebar konten porno ini, masih dalam perburuan polisi.

Rizieq dan Firza tegas menyangkal tudingan ini. Bahkan, Rizieq sempat memposting sumpah muabalah melalui akun Twitter miliknya, pada 5 Februari 2017. Para pendukung Rizieq banyak yang mengamini sumpah ini.

"Mubahalah. Demi Allah, Alhamdulillah, sejak saya memasuki usia taklif hingga saat ini, saya tidak pernah mencuri, merampas, merampok, membunuh, berjudi, meneggak miras, sodomi ataupun berzina. Jika saya berdusta maka laknat Allah SWT atas diri saya. Dan jika saya benar, maka mereka yang memfitnah saya dan tidak bertaubat akan dilaknat oleh Allah SWT di dunia dan akhirat," demikian bunyi sumpah mubahalah Rizieq.

Empat bulan berselang sejak sumpah Mubahalah ini disampaikan Habib Rizieq, Ade Armando menyambut sumpah tersebut. Melalui laman Facebook-nya pada 10 Juni 2017, Ade berani bersumpah jika seseorang yang terlibat percakapan mesum dengan Firza Husein bukanlah Rizieq maka ia siap dilaknat. Namun sumpah itu juga berlaku sebaliknya. "Ya Allah, bila Rizieq tidak mengirimkan chat mesum itu, azablah saya. Bila Rizieq benar mengirimkan chat mesum, azablah Rizieq," tulis Armando, di akun Facebooknya, Minggu (11/6).
Sontak, komentar Ade Armando ini bikin geger dunia maya. Warganet, banyak yang menngamininya dan berharap Allah dapat segera melaknat siapa yang bersalah ihwal ini. "Kita liat aja ..siapa yg benar anda atau habib..krn beliau suda muhaballah kita liat aja siapa yg dapat azab anda atau beliau (habib)," cuit @dudi_bjringan.

Perseteruan ini semakin seru ketika muncul kabar sumpah Mubahalah ini mulai beraksi. Beredar kabar kalau Armando kena batu atas sumpahnya. Akademisi Universitas Indonesia (UI) ini dikabarkan dalam kondisi koma di sebuah rumah sakit.

"Ade armando mendadak kumat asmanya.. Sudah lama tidak kumat, mendadak sekitar jam 21.45 Wib tadi jadi akut.. #Diboyong ke dokter secara sembunyi-sembunyi.. Dibayar kontan..." demikian kabar beredar.

Belakangan, kabar itu dibantah oleh Ade Armando, melalui akun Facebooknya dia buru-buru mengklarifikasi kalau dirinya dalam keadaan sehat walafiat. "Jangan percaya kabar bohong bahwa saya sakit keras dan dibawa ke rumah sakit gara-gara mubahalah soal Rizieq Syihab," tulisnya.

Armando mengamini jika tulisan sumpah di Facebook itu benar miliknya. Sumpah itu kemudian ramai dibicarakan di media sosial. Banyak yang menyebut ini merupakan jawaban dari mubahalah Rizieq. "Sebenarnya ini bukan mubahalah, tapi banyak yang bilang begitu ya. Ya sudahlah," kata Armando, kemarin.

Dosen Universitas Indonesia menyebut dirinya tahu konsekuensi apa yang disampaikannya. Ia juga tak takut mati. "Saya belajar dari Ahok. Saya belajar dari dialah bahwa nggak ada yang perlu kita takutkan ah. Yang penting kita lakukan yang benarlah," katanya.

Pengacara Rizieq, Eggi Sudjana menanggapi enteng sumpah Ade Armando. "Ya baguslah, kita saksikan siapa yang dapat azab Allah," kata Eggi, kemarin.

Peristiwa ini pun menarik perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafis mengatakan, tak tepat jika masalah ini diselesaikan menggunakan muhabalah. Pasalnya, objek pernyataan keduanya berbeda. "Ini masalah hukum bukan masalah sumpah. Maka diselesaikan dengan cara hukum. Di samping itu, objek mubahalah antara Ade dan HRS hal yang berbeda. HRS berkenaan dengan zina sedang Ade berkenaan dengan chat," ujar Cholil, kemarin.

Dalam urusan mubahalah ini, yang utama adalah menghentikan untuk bersautan antara anak bangsa yang mengarah pada permusuhan. "Tapi saya berharap untuk masing-masing menahan diri," tegasnya. [www.tribunislam.com]

Sumber : muslimbersatu.net

Sebarkan...