Setelah Qatar, Malaysia Tegaskan Gerakan Hamas Adalah Perjuangan Melawan Penjajah


Setelah Qatar, Malaysia Tegaskan Gerakan Hamas Adalah Perjuangan Melawan Penjajah

Inspektur Jenderal Polisi di Malaysia, Khaled Abu Bakr, menegaskan bahwa tidak ada masalah terkait dengan pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) yang mengunjungi negaranya selama kunjungan tersebut berlangsung dalam konteks damai, seraya membantah laporan entitas Zionis Israel yang menyatakan pejabat Hamas Saleh Al-Arouri telah tiba di Kuala Lumpur.


“Jika mereka datang dalam damai dan tidak menimbulkan masalah maka apa masalahnya?” ujar Khaled Abu Bakr dalam sebuah konferensi pers di ibukota Malaysia. “Kami tidak punya masalah. Ini adalah negara merdeka. Siapapun diterima asalkan tidak menimbulkan masalah,” tambahnya.

Khaled Abu Bakr menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menyatakan bahwa Al-Arouri ada di sini, meskipun ada, apa masalahnya?.

Sebelumnya, media Israel menyebut pada hari Rabu (7/06) bahwa Al-Arouri diyakini berada di Malaysia setelah diminta untuk meninggalkan Doha, Qatar. Laporan selanjutnya mengklaim bahwa dia berada di Lebanon.

Mengomentari blokade Arab yang diberlakukan di Qatar, kelompok oposisi Malaysia Ikram mengatakan bahwa tindakan tersebut hanya melayani musuh umat Islam dan pecinta perdamaian di seluruh dunia. Dalam sebuah pernyataan ke media, kepala organisasi tersebut, Mohamed Farid, mengatakan bahwa penjajah Israel adalah diuntungkan atas blokade tersebut.

Sejumlah kelompok Malaysia telah memperingatkan agar tidak terlibat dalam apa yang telah digambarkan sebagai persekongkolan melawan Qatar. Pemerintah di Kuala Lumpur menanggapi dengan menunjukkan bahwa mereka memiliki hubungan yang kuat dengan semua negara Teluk, termasuk Qatar. [www.tribunislam.com]

Sumber : eramuslim.com

Sebarkan...