Ridwan Umar: KPK Telah Menjadi Alat Politik Kekuasaan, Terbukti dengan Pembiaran Korupsi yang Diduga Melibatkan Ahok


Ridwan Umar: KPK Telah Menjadi Alat Politik Kekuasaan, Terbukti dengan Pembiaran Korupsi yang Diduga Melibatkan Ahok

Ratusan massa yang tergabung dalam Relawan Jakarta Anti Korupsi mendesak KPK segera dibubarkan, apabila tidak serius menangani kasus dugaan korupsi yang melibatkan terpidana penista agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"KPK telah menjadi alat politik kekuasaan. Hal ini terbukti dengan pembiaran berbagai kasus korupsi yang diduga melibatkan Ahok, seperti RS Sumber Waras yang merugikan negara Rp 191 miliar, kasus korupsi reklamasi, serta Rusun Cengkareng Barat," kata  koordinator aksi, Ridwan Umar di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/6).

"Kami datang ke KPK agar kasus kasus korupsi yang diduga melibatkan Ahok, segera diusut tuntas.  Ahok harus jadi tersangka, jika tidak KPK harus dibubarkan," ujar Ridwan.

Ridwan juga mengkritik kinerja lembaga anti rasuah ini yang mati suri lantaran tidak mampu menyelesaikan kasus korupsi ahok yang sudah di laporkan ke KPK.

"Kenapa KPK mati suri? Karena mereka sudah diintervensi kekuasaan," tegas Ridwan.

Apabila KPK dibubarkan, menurut Ridwan, urusan pemberantasan korupsi  bisa diserahkan ke kepolisian maupun kejaksaan.

"KPK tidak profesional, maka kembalikan kewenangan pemberantasan korupsi ke kepolisian," cetus Ridwan.

Dalam aksi Relawan Jakarta Anti Korupsi, massa juga menyerahkan seekor ayam sebagai simbol kekecewaan atas kinerja KPK.

"Kami sangat kecewa atas kinerja KPK, karena itu, kami serahkan seekor ayam sebagai simbol agar KPK segera menuntaskan kasus kasus yang melibatkan Ahok, jika tidak mampu bubarkan saja KPK atau membubarkan diri," pungkas Ridwan saat menyerahkan ayam ke staf humas KPK. [www.tribunislam.com]

Sumber : umatuna.com

Sebarkan...