Pesta Gay Terjadi di Kota Payakumbuh, MUI Terkejut..


Pesta Gay Terjadi di Kota Payakumbuh, MUI Terkejut..

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Payakumbuh, Mismardi mengaku sangat terkejut ketika mendapat kabar adanya pesta kaum gay (pasangan sejenis) secara terselubung di Kota Payakumbuh.


Mismardi mengajak semua pihak untuk memerangi prilaku jelek yang tidak sesuai dengan akidah Islam ini.

“Kami tak menyangka dengan kejadian ini,” ucap Mismardi pada Haluan,  Minggu (4/6) siang.

Tak hanya itu saja, Mismardi turut prihatin dengan terus meningkatnya angka pelaku kelainan seks di Kota Payakumbuh. Karena itu, MUI mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama dalam memerangi  perbuatan haram tersebut.

“Seks sejenis jauh lebih haram dari pada zina. Ini sudah penyimpangan. Harus diantisipasi bersama,” tegasnya lagi.

Hal tersebut, ucapnya supaya angka penyimpangan seks yang terjadi di Kota Payakumbuh tidak terus bertambah. “Ini sudah jadi persoalan serius kita semua. Harus diantisipasi secepatnya supaya tidak menyebar lebih jauh lagi,” kata Mismardi.

Salah satunya, dengan duduk bersama antara seluruh lapisangan masyarakat Kota Payakumbuh. Dari pemerintah daerah, penegak hukum,  tokoh agama, tokoh adat, bundo kanduang, para pendidik, generasi muda serta masyarakat lainnya untuk membicarakan dalam mengantisipasi supaya tidak meluasnya prilaku seks menyimpang tersebut.

“Kalau tidak diantisipasi, ini akan membahayakan dan mengancam gererasi kedepan,” ucapnya lagi.

Mismardi berpendapat, seks menyimpang yang disinyalir sudah dilakukan secara bersama-sama itu, bukan didapat dari Kota Payakumbuh. Melainkan prilaku menyimpang yang dibawa dari luar dan berhasil mempengaruhi generasi muda Kota Payakumbuh.

“Ini salah satu dampak dari era globalisasi. Kita harap kepada orang tua selalu mengawasi anak-anak mereka,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Elzadaswarman saat kunjungan tim Safari Ramadhan Kota Payakumbuh, menyebut disinyalir sudah pernah ada pesta seks sejenis alias gay di Kota Payakumbuh.

Pesta gay tersebut, dilakukan secara terselubung di berbagai tempat. Tak hanya itu saja, di Kota Payakumbuh hingga 2016, setidaknya ada 625 pria LGBT di Kota Payakumbuh. Angka tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Pada 2013 masih berkisar 234 orang, 2014 meningkat menjadi 400 orang dan 2016 sudah mencapa 625 orang. Begitu juga dengan penyebaran virus HIV/Aids yang juga meningkat. Saat ini di Kota Payakumbuh sudah 65 orang terjangkit virus mematikan tersebut   dari berbagai profesi,” terang Elzadaswarman.[www.tribunislam.com]

Sumber : harianhaluan/palantaminang.com

Sebarkan...