Persatuan Ulama Islam Internasional: Haram Hukumnya Boikot Qatar


Persatuan Ulama Islam Internasional: Haram Hukumnya Boikot Qatar

Persatuan Ulama Islam Internasional (al-Ittihaad al-‘Aalami li’ Ulama’i al-Muslimin) menyatakan bahwa haram hukumnya memutuskan hubungan dengan Qatar dan memboikotnya.


Pernyataan ini dikatakan Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Islam Internasional, Ali al-Qurrah Daghi menanggapi aksi pemutusan hubungan diplomatik disertai boikot yang dilakukan Arab Saudi Cs kepada Qatar sejak hari Senin (5/06) kemarin.

Ali al-Qurrah Daghi menekankan pentingnya persatuan, persaudaraan dan rekonsiliasi untuk memutuskan rantai fitnah yang terjadi di kawasan Dunia Arab, serta mengingatkan wajibnya menjaga persatuan umat diatas kepentingan tertentu.

“Boikot sangat tidak dibolehkan dalam Islam, terutama jika diantara mereka memiliki hubungan nasab dan darah,” ujar Sekjen Ali al-Qurrah Daghi dalam pernyataannya.

Sementara itu wakil Persatuan Ulama Islam Internasional, Dr. Maroko Ahmed Raissouni, dalam pernyataan bersama dengan dai asal Kuwait, Hamed bin Abdullah Al-Ali, mengatakan bahwa wajib bagi ahli imu untuk menjelaskan haramnya hukum pemboikotan atas warga Qatar. “Mereka yang diam tentang hal ini adalah setan bisu, yang hanya bisa diam dan tidak dapat menjelaskan kebenaran.”

Krisis Teluk bermula dari pernyataan palsu yang dibuat oleh peretas melalui media resmi Qatar News Agency. Pernyataan yang dikaitkan kepada Emir Qatar itu dengan cepat menyebar ke sejumlah media-media resmi milik negara di Timur Tengah terutama saluran TV Al-Arabiya, milik Saudi, dan Sky News Arabia milik UEA, serta media Barat lainnya. (Cnnarabic/Ram)[www.tribunislam.com]

Sumber : eramuslim.com

Sebarkan...