Larang Aksi Bela Ulama 96 di Istiqlal, Kapolda Iriawan: Sudah, Tadarusan Saja


Larang Aksi Bela Ulama 96 di Istiqlal, Kapolda Iriawan: Sudah, Tadarusan Saja

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan melarang massa mengelar aksi pada Jumat (9/6) besok.

Iwan Bule begitu Iriawan biasa disapa meminta agar masyarakat memanfaatkan bulan Ramadhan fokus beribadah, bukan melakukan kegiatan aksi.


"Iyalah (dilarang), untuk apa? Sudah saja tadarusan, kemudian doa-doa saja semoga situasi tertib, pangan banyak, rakyat sejahtera," ujar Iwan Bule kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/6).

Iwan Bule berharap tak ada lagi aksi untuk menekan pemerintah, berkaitan dengan proses hukum terhadap imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab. Dia juga menekankan tidak ada kiriminlasasi ulama seperti apa yang dituduhkan kepada aparat dan pemerintah selama ini.

"Peristiwanya ada, mau apapun, pemerintah tidak takut ditekan. Saya ditekan, diancam, nggak masalah. Karena hukumnya ditegakkan, tidak ada kriminalisasi. Saya berdosa kalau ada. Tidak boleh ya menjustifikasi kriminalisasi ulama. Wartawan sudah denger kan, Wapres sudah bicara, Pak Din Syamsuddin sudah bicara, Ketua MUI sudah bicara, tidak ada kriminalisasi ulama, titik," kata Iwan Bule.

Aksi "Bela Ulama 96" dalam beberapa hari ini makin luas beredar di grup chatting aplikasi online dan juga media sosial. Menurut pengumuman aksi itu, selain tabligh akbar, aksi juga akan melakukan konsolidasi untuk membela ulama setelah shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Namun begitu, Iwan Bule mengaku jika pihaknya belum menerima pemberitahuan dari massa terkait rencana aksi tersebut.

"(Pemberitahuan) sampai sekarang belum ada. Pihak Istiqlal juga kalau nggak salah terakhir menyampaikan tidak akan ada kegiatan ini, untuk apa juga," demikian Iwan Bule.[rmol][www.tribunislam.com]

Sumber : muslimbersatu.net

Sebarkan...