Keluar Masjid Cari Sahur, Muslimah AS Ini Dipukuli Hingga Tewas



Seorang pemuda di Amerika Serikat memukul hingga tewas seorang remaja muslimah berusia 17 tahun di pinggiran Washington, ibukota negara bagian Virginia, Amerika Serikat. Insiden pada Sabtu lalu (17/06/2017) itu terjadi saat sang remaja muslimah keluar dari masjid selepas Salat Tarawih.

Kepolisian Washington mengatakan, Selasa (20/06), pihaknya telah menangkap pelaku pemukulan. Tersangka bernama Darwin Martinez Norris (22 tahun). Polisi tidak memberlakukan kejahatan tersebut sebagai kejahatan kebencian agama. Pemuda AS itu hanya dituduh kriminal biasa, yaitu penculikan dan pembunuhan.

Menurut keterangan polisi, pembunuhan itu bermula saat korban yang bernama Nabarah Hassanein berjalan bersama empat kawannya menuju Masjid Adams di pinggiran Washington. Saat itu, ia dan teman-temannya selesai menyantap makan sahur di restoran dekat masjid.

Masih menurut polisi, dalam perjalanan itu, tersangka mengejar rombongan remaja wanita tersebut. Mereka pun lari menuju masjid. Naas bagi Nabarah. Ia tertangkap dan dimasukkan ke mobil. Sementara tiga temannya berhasil lolos.


Jasad Nabarah ditemukan di sebuah danau di dekat masjid beberapa hari setelah penculikan tersebut. Di tubuhnya ditemukan banyak luka lebam.

Polisi menolak memasukkan kasus pembunuhan ini ke dalam kejahatan kebencian agama. Pembunuhan ini, kata polisi, disebabkan pertengkaran yang terjadi antara korban dan pelaku di jalan raya di dekat masjid.

Di sisi lain, ayah korban Mahmud Hassanein yakin seyakin-yakinya bahwa anaknya korban kebencian terhadap agama. Ia pun mempertanyakan, kenapa anaknya yang menjadi korban padahal malam itu banyak orang yang berada di restoran?

“Saya sakin seratus persen ia dibunuh karena muslimah. Di dalam restoran banyak orang. Namun kenapa yang diculik dia?” kata Mahmud bertanya-tanya.

Mahmud adalah warga asli Mesir. Ia pindah ke AS sejak 30 tahun lalu dan memiliki empat anak. Semua anaknya lahir dan besar di Amerika Serikat. Nabarah merupakan anak bungsu.

Sementara itu, salah satu pengurus masjid Adams, Syu’aib Hasan, mengatakan bahwa selama bulan Ramadhan jamaah di masjid bertambah, khususnya ketika Salat Tarawih dan setelahnya. Biasanya, masih ada jamaah berada di masjid hingga tengah malam atau dini hari. Ketika waktu sahur tiba, mereka keluar ke restoran terdekat untuk makan sahur.

Masjid Adams merupakan salah satu masjid terbesar di Washington. Masjid ini mampu menampung 11 ribu jamaah. Sejumlah pejabat AS pernah mengunjungi masjid ini.[www.tribunislam.com]

Sumber : muslimbersatu.net

Sebarkan...