“Jika Pihak Lain Dianggap Anti-Pancasila, Ahoker Mirip Takfiri”


“Jika Pihak Lain Dianggap Anti-Pancasila, Ahoker Mirip Takfiri”

Pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di sosial media terkesan mengklaim kelompoknya sebagai pemilik tunggal tafsir Pancasila. Jika Ahoker menuduh pihak lain anti-Pancasila dan anti-kebhinnekaan, pemikiran ini mirip faham takfiri (selalu menyalahkan pihak lain yang tidak sepaham) yang sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.


Pendapat itu disampaikan pengamat politik Sahirul Alem kepada intelijen (02/06). “Pihak lain dianggap anti-Pancasila, itu mirip faham takfiri yang suka mengkafirkan orang lain. Jokower dan Ahoker ‘mengkafirkan’ orang yang tidak sesuai atau sepaham dengan kelompoknya ditudingnya anti-Pancasila dan anti-kebhinnekaan,” tegas Sahirul Alem.

Menurut Alem, pola pikir ala takfiri ini berpotensi memecah belah bangsa, di mana pihak lain juga berjuang atas nama Pancasila. “”Padahal kelompok yang tidak sependapat dari Jokower dan Ahoker juga berjuang atas nama Pancasila,” papar Alem.

Alem mengingatkan, klaim kebenaran terhadap tafsir tunggal Pancasila memunculkan kepemimpinan yang otoriter. “Kalau berseberangan dianggap anti-Pancsila. Cara berfikir ini merusak demokrasi di Indonesia,” jelas Alem.

Padahal, dalam catatan Alem, para pendukung reklamasi Teluk Jakarta adalah juga Ahoker. Di sisi lain, sejatinya, reklamasi bertentangan dengan sila-sila Pancasila. “Karena pendukung fanatik Ahok dan Jokowi menguasai media, gerakan anti-reklamasi pun bisa dipersepsikan sebagai gerakan anti-Kebinnekaan,” pungkas Alem.[www.tribunislam.com]

Sumber : intelijen.co.id

Sebarkan...