Habib Rizieq Ditetapkan DPO, Pengacara Akan Gugat ke PTUN



Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada 31 Mei lalu telah menggelar rapat dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri, untuk membahas paspor dan red notice Habib Rizieq setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), karena ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pornografi.



Menanggapi hal itu, pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera mengaku tidak terima dan akan melakukan upaya hukum berupa gugatan atas dijadikannya Habib Rizieq sebagai DPO.

"Kita akan melakukan gugatan ke PTUN tentang penetapan DPO," ujarnya kepada Okezone, Senin (5/6/2017).

 Selain itu, mengenai penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO), pihak pengacara juga akan mengajukan surat komplain.

"Selain gugatan ke PTUN tentang penetapan DPO kita juga akan ajukan surat komplain ke Interpol pusat atas mengajukan red notice yang tidak sesuai dengan Pasal 83 Rules on the Processing of Data (RPD) Interpol," ungkapnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq diketahui masih berada di Arab Saudi berbekal visa yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi. Suami Ini Syarifah Fadlun bin Yahya itu meninggalkan Indonesia sejak 26 April 2017 lalu.

Sekadar diketahui, Habib Rizieq resmi ditetapkan tersangka kasus pornografi. Ia dijerat Pasal 4 Ayat 1 junto Pasal 29, Pasal 6 junto Pasal 32 dan Pasal 9 junto Pasal 35 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.[www.tribunislam.com]

Sumber : okezone.com

Sebarkan...