Buni Yani ini pembuka kebenaran, bukan penyebar kebencian



Sidang pembacaan eksepsi digelar di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (20/6). Sama seperti sidang dakwaan yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung pada pekan lalu, sidang kali ini juga dikawal massa pembela Buni Yani.



Sidang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di lantai tiga gedung. Di waktu yang bersamaan massa yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat menyuarakan aspirasinya. Dalam orasinya yang dikomandoi, Asep Saepudin menyatakan, perlu mengawal sidang Buni Yani.

"Kita perlu, karena Buni Yani ini pembuka kebenaran, bukan penyebar kebencian," kata salah satu orator berteriak di mobil bak terbuka dengan pengeras suara, di depan gedung.

Sampai pukul 10.30 WIB, sidang pembacaan eksepsi atau keberatan atas dakwaan masih digelar. Sidang dipimpin Majelis Hakim M Sapto. Eksepsi dibacakan tim kuasa hukum secara bergiliran. Adapun Buni Yani duduk di kursi pesakitan sambil memperhatikan lembaran kertas yang dibacakan tim kuasa hukumnya.

Dalam salah satu poin eksepsi yang dibacakan kuasa hukum menilai bahwa dakwaan dari JPU tidak berdasarkan hukum. Dua dakwaan Pasal 32 Undang-undang ITE dan kedua Pasal 28 ayat 2 Undang-undang ITE yang dialamatkan pada kliennya tidak memuat hasil penyidikan.

"Sehingga pasal ini layak dipertanyakan," kata salah satu kuasa hukum dalam sidang.[www.tribunislam.com]

Sumber : merdeka.com

Sebarkan...