250.000 Warga Palestina Shalat Jumat Bulan Ramadan Pertama di al Aqsha


250.000 Warga Palestina Shalat Jumat Bulan Ramadan Pertama di al Aqsha

Ratusan Ribu warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki, Jalur Gaza yang diblokade dan komunitas Arab di dalam Israel berkumpul di kompleks Masjid Al Aqsha di Yerusalem Timur untuk melakukan sholat Jum’at pertama di bulan puasa Ramadhan.


Pria di atas usia 40 tahun, anak-anak di bawah usia 12 tahun dan wanita dari segala usia diizinkan oleh pihak penjajah zionis untuk memasuki Yerusalem Timur dalam kesempatan tersebut tanpa perlu mengurus perizinan.

Sejak Jumat pagi, pihak berwenang Israel telah meningkatkan keamanan di sekitar lokasi flashpoint, mengerahkan ribuan tentara di gang-gang sekitar dan mendirikan penghalang jalan di pintu masuk Kota Tua Yerusalem.

“Karena semua pembatasan keamanan, saya butuh waktu empat jam untuk mencapai Yerusalem dari kota Nablus (di Tepi Barat),” kata Salem Abdulhadi, 52 tahun, kepada Anadolu Agency.

“Saya sudah biasa melaksanakan sholat Jum’at di Al-Aqsha untuk Ramadhan meski ada peningkatan keamanan,” katanya.

Sheikh Azzam al-Khatib, direktur jenderal wakaf dan urusan Al-Aqsa, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sekitar 250.000 jamaah telah muncul di Al-Aqsa untuk melakukan shalat Jumat.

“Kami memperkirakan sekitar 150.000 jamaah Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza akan menetap untuk Taraweeh (sholat malam hari),” katanya.

Al-Khatib menambahkan bahwa Otoritas Wakaf yang dijalankan Yordania akan mendistribusikan makanan dan air bagi jamaah setiap hari saat matahari terbenam.

Salem Sabaana, seorang warga Palestina berusia 40 tahun dari kota Jenin, Tepi Barat, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ini adalah pertama kalinya dia mengunjungi Al-Aqsha sejak kecil.

“Saya senang akhirnya bisa berkunjung dan shalat di Al-Aqsha lagi,” katanya. “Saya sudah menunggu saat ini selama 30 tahun.”

“Bersama istri dan dua anak perempuan saya, saya berencana untuk tinggal di sini malam ini untuk melakukan sholat Taraweeh,” tambahnya.

Anak perempuannya yang berusia 12 tahun, Safaa, menyuarakan keinginannya untuk datang ke Al-Aqsha setiap hari Jumat Ramadan.

“Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Al-Aqsha,” katanya. “Al-Aqsha sangat indah.”

“Ayah saya telah berjanji untuk membawa kita ke sini setiap hari Jumat,” tambahnya.

Kompleks Masjid Al-Aqsha sangat suci bagi Muslim dan Muslim menganggapnya sebagai situs tersuci ketiga di dunia.

Zionis Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Bukit Bait Suci (Temple Mount),” mengklaim bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menjajah Tepi Barat dan Yerusalem Timur – di mana Al-Aqsha berada – selama Perang Arab-Israel tahun 1967. Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota mereka yang “abadi dan tak terbagi”.[www.tribunislam.com]

Sumber : jurnalislam.com

Sebarkan...