Menohok, Warga Maya Viralkan Daftar 12 Kasus yang belum Terungkap Polisi Hingga Kini


Menohok, Warga Maya Viralkan Daftar 12 Kasus yang belum Terungkap Polisi Hingga Kini

Dunia maya Seakan tidak pernah habis dengan berbagai macam isu,  baik isu masa lalu maupun yang terkini, terakhir ditengah gonjang ganjing ranah hukum, warga Maya kembali memviralkan daftar 12 kasus yang hingga saat ini dianggap tidak dan belum terungkap oleh pihak kepolisian.



Seakan untuk mengingatkan pihak kepolisian, pesan yang berjudul “Bantu Pak Polisi biar Bisa Ketemu” tersebut tersebar melalui pesan WhatsApp, Facebook, Twitter dan aplikasi media sosial lainnya

Berikut tulisan viral yang berisikan daftar 12 kasus tersebut:

Bantu Pak Polisi Biar Ketemu:

1. Pembakar mobil dicawang = nggak ketemu

2. Iwan Bopeng = nggak ketemu

3. Pemilik Terrano = nggak ketemu

4. Penyiram air keras = nggak Ketemu

5. Pembuat KTP Palsu = nggak ketemu

6. Penembak rumah DPR = nggak ketemu

7. Penyebar chat porno = nggak ketemu

8. Penghina Gub NTB = nggak ketemu

9. Penghina Ketua MPR =nggak ketemu

10. Pelaku Makar Minahasa = nggak ketemu

11. Penjebol Bandara bawa Sajam = nggak Ketemu

12. Pengancam Pembunuh Fadli Zon, Fahira Idris, = nggak Ketemu


Kasus pembakaran Mobil di Cawang merupakan peristiwa yang terjadi disaat Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab sedang memberikan ceramah acara Tabligh Akbar menyambut acara Isra Mi’raj, sebuah mobil Avanza terbakar dan melaju kencang ke bawah fly over cawang dimana ribuan Jamaah sedang berkhidmat mendengarkan ceramah.

Dan hingga saat ini kasus tersebut belum terungkap dan belum diketahui sebab terjadinya dan tidak ada pelaku yang ditangkap.

Kasus Iwan Bopeng merupakan kasus yang terjadi saat pemungutan suara putaran pertama Pilkada DKI Jakarta, Dimana Iwan Bopeng mengancam petugas KPPS dan mengeluarkan kalimat ancaman.

Sempat terjadi kebingungan dikalangan wartawan karena Pihak Polda mengaku sudah mempertemukan dia dengan Pihak Kodam/TNI, Sementara pihak TNI mengaku belum dan tidak ada pertemuan dengan Iwan Bopeng yang di fasilitasi oleh Polda.

Kasus mobil Terano merupakan mobil yang tertinggal saat sejumlah mahasiswa berdemo di rumah mantan Presiden RI Ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), seakan tak bertuan, mobil yang berisikan nasi bungkus itu ditinggal begitu saja di dekat Komplek Rumah kediaman SBY di Kuningan Jakarta tersebut hingga akhirnya ditarik ke Mapolda Metro Jaya.

Namun polisi tidak berhasil menemukan siapa pemiliknya dengan alasan bahwa mobil tersebut sudah bukan milik pembeli pertama lagi dan sudah dijual ke orang lain.

Sedangkan untuk kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini polisi masih terus mencari pelakunya, polisi menemui kendala karena peristiwa penyiraman tersebut terjadi di pagi hari sesaat setelah Novel menunaikan Ibadah Shalat subuh di Masjid dekat rumahnya.

Meski sudah sempat memeriksa beberapa orang, namun terperiksa dilepas kembali karena tidak ada bukti-bukti yang kuat.

Sementara pada kasus temuan KTP Palsu di Bandara juga tidak ada titik terangnya, baik si pembuat maupun si pemesan KTP Tersebut.

Sama dengan Kasus penyiraman Novel Baswedan, kasus Penembakan terhadap rumah anggota DPR juga belum menemui titik terang, meski awalnya diduga kaca bolong dan retak karena tembakan pencari burung namun peristiwa tewasnya seorang anggota Polisi karena bunuh diri juga menjadi tanda tanya besar karena pihak kepolisian mengatakan bahwa Polisi tersebut diduga stres akibat kasus penembakan rumah anggota DPR Tersebut.

Dari 12 kasus yang dipaparkan salah satu yang menarik adalah tidak ditemukannya penyebar awal chat porno yang ditudingkan kepada Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein, polisi beralasan agak kesulitan untuk melacak pelaku.

Namun para Netizen mematahkan pernyataan tersebut dengan membuka akses data IP penyebar content tersebut dan kembali memviralkan temuannya melalui dunia maya

Diketahui Kasus Habib Rizieq – Firza Husein tersebut kini tengah menjadi sorotan publik, karena Firza Husein melalui pengacaranya telah menyangkal tudingan yang ditujukan kepada Habib Rizieq dan mengatakan kasus ini merupakan rekayasa utuk menjatuhkan marwah Habib Rizieq yang juga merupakan tokoh GNPF-MUI.

Sejumlah kalangan juga menyebut bahwa kasus ini merupakan usaha mengkriminalkan Habib Rizieq dengan kasus pornografi sebagaimana kasus yang sebelumnya pernah terjadi terhadap mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid dan Mantan Ketua KPK Abraham Samad.[www.tribunislam.com]

Sumber : mediiaharapan.com

Sebarkan...