Waduh, Jokowi Harap Umat Islam Tak Anggap Amerika Sebagai Musuh


Waduh, Jokowi Harap Umat Islam Tak Anggap Amerika Sebagai Musuh

Presiden Joko Widodo memberikan pesan khusus kepada umat Islam di dunia saat konferensi "Arab Islamic American Summit”. Dia berharap konferensi yang mempertemukan pimpinan negara Arab dan Amerika Serikat, dapat menghilangkan persepsi Amerika sebagai musuh, di kalangan umat Islam.

"Yang lebih penting lagi pertemuan ini harus mampu meningkatkan kerja sama pemberantasan terorisme dan sekaligus mengirimkan pesan perdamaian kepada dunia," kata Jokowi, Ahad (21/5) seperti dilansir dari Antara.

Konferensi "Arab Islamic American Summit” mempertemukan para pimpinan negara-negara Arab dan Islam dengan Presiden AS Donald Trump, berlangsung di King Abdul Aziz International Convention Center Riyadh, Arab Saudi.

Jokowi mengingatkan mengenai ancaman radikalisme dan terorisme terjadi di mana-mana. Selain di Indonesia, korban serangan terorisme terjadi di berbagai belahan dunia di antaranya Perancis, Belgia, Inggris, dan Australia.

"Dunia seharusnya juga sangat prihatin terhadap jatuhnya lebih banyak korban jiwa akibat konflik dan aksi terorisme di beberapa negara seperti Irak, Yaman, Suriah, Libya," tambahnya.
Dia mengatakan, umat Islam sebagai korban terbanyak dari konflik dan radikalisme terorisme.

Jokowi mengatakan bahwa jutaan umat muslim harus keluar dari negaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan jutaan generasi muda kehilangan harapan masa depannya.

Presiden mengatakan kondisi tersebut justru membuat anak-anak muda frustrasi dan marah.

"Rasa marah dan frustasi ini dapat berakhir dengan muculnya bibit-bibit baru ektremisme dan radikalisme," jelasnya.

Presiden menyampaikan empat pemikiran untuk memerangi radikalisme dan terorisme. Pertama bahwa umat Islam dunia harus bersatu bersatu untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah.
"Persatuan umat Islam merupakan kunci untuk keberhasilan memberantas terorisme; janganlah energi kita habis untuk saling bermusuhan," kata Jokowi.

Kedua, kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme harus ditingkatkan, termasuk: pertukaran informasi intelijen; pertukaran penanganan FTF (Foreign Terrorist Fighters), peningkatan kapasitas; semua sumber pendanaan harus dihentikan kita semua tahu banyaknya dana yang mengalir sampai ke akar rumput di banyak negara dalam rangka penyebaran ideologi ekstrem dan radikal.

"Semua aliran dana harus dihentikan," tegas Presiden Jokowi di depan Raja Salman dari Arab Saudi, Presiden AS Donald Trump serta pemimpin negara Arab dan Islam yang hadir.

Ketiga, upaya menyelesaikan akar masalah harus ditingkatkan, ketimpangan dan ketidakadilan harus diakhiri; pemberdayaan ekonomi yang inklusif harus diperkuat

"Saya berharap bahwa setiap dari kita harus berani menjadi 'part of solution' dan bukan 'part of problem' dari upaya pemberantasan terorisme. Setiap dari kita harus dapat menjadi bagian upaya penciptaan perdamaian dunia," kata Presiden. [www.tribunislam.com]

Sumber : cnnindonesia.com

Sebarkan...