Tuduh Sulteng Pusat Radikal Islam, Ketua PMII Didemo


Tuduh Sulteng Pusat Radikal Islam, Ketua PMII Didemo

Sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda di Sulawesi Tengah menggelar aksi unjuk rasa memprotes pernyataan ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Ma’ruf. Mereka mendesak polisi mencabut izin kongres organisasi mahasiswa tersebut, yang sedang berlangsung di Palu.

Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Sulawesi Tengah berunjuk rasa di depan Mapolda Sulawesi Tengah. Mereka mendesak Ketua PMII untuk meminta maaf atas pernyataan yang menyebut Tanah Tadulako sebagai pusat radikal Islam.

Forum Komunikasi Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Kaili (FORKOM PPMKI) yang turut bergabung dalam aksi itu menegaskan pernyataan ketua PMII telah mencederai nilai-nilai di Tadulako. “Ucapan Ketua PMII sudah mencederai nilai-nilai ketadulakoan yang ada di Sulawesi Tengah,” kata ketua FORKOM PPMKI, Ismail, S.Sos di depan Mapolda Sulteng, Rabu (17/05).

“Segera cabut izin kongres sebelum kami bertindak dil uar koridor,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua HMI Cabang Palu, Iman Sudirman, yang menyebut pernyataan Aminuddin Ma’ruf mencederai perasaan masyarakat. “Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu dibangun oleh para Ulama, TNI dan pahlawan Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Massa aksi pun memberikan waktu satu kali 24 jam kepada Ketua PMII meminta maaf di hadapan publik. Mereka jug meminta Kapolda untuk mencabut Izin kongres PMII yang sedang berlangsung di Palu.

Sebelumnya Ketua PMII Aminuddin Ma’ruf mengeluarkan pernyataan kontroversial saat pembukaan Kongres XIX. Dalam acara itu hadir presiden Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian.

“Pak Presiden, kami sengaja laksanakan kongres di Tanah Tadulako bertema Meneguhkan Konsensus Bernegara untuk Indonesia Berkeadaban karena tanah ini pusat radikal Islam. Di tanah ini pusat gerakan menentang NKRI,” ujar Aminuddin, Selasa (16/05).[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...