Tokoh Petisi 28 Sebut Kebijakan Rezim Jokowi Primitif dan Kampungan, Mengapa?


Tokoh Petisi 28 Sebut Kebijakan Rezim Jokowi Primitif dan Kampungan, Mengapa?

Kebijakan bidang ekonomi memperlihatkan watak asli Pemerintahan Joko Widodo yang instan dan kampungan. Sebagai contoh, ketika tak cukup dana APBN untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pinjaman asing jadi pilihan. Jika dana dari utang tidak mencukupi atau tidak ada lagi yang percaya untuk memberi pinjaman, aset BUMN dijual.


Pernyataan keras itu dilontarkan tokoh aktivis Petisi 28,  Haris Rusli Moti (25/05). “Saking instannya, bahkan dana tabungan haji dan dana asuransi pekerja pun kabarnya mau dipakai untuk biaya bangun infrastruktur. Bila perlu kedaulatan negara dijual dengan harga yang semurah mungkin untuk tujuan pembangunan infrastruktur," tegas Haris.

Menurut Haris, Rezim Jokowi tidak menjadikan hukum kausalitas sebagai pertimbangan, terhadap setiap kebijakan yang dibuat. "Bahkan kebijakan yang instan tersebut tak mempertimbangkan akibat di masa depan, yang akan menyandera negara dan ditanggung oleh anak cucu," ungkap mantan aktivis PRD ini.

Tak hanya itu, kata Haris, kebijakan instan Rezim Jokowi dalam politik penegakan hukum juga terlihat menggunakan cara-cara primitif, kampungan dan tidak beradab dalam menghadapi perbedaan pandangan politik dengan oposisi.

"Mereka yang berseberangan secara politik dihadapi secara instan, ditempatkan sebagai musuh negara, dianggap tidak ‘merah putih’, dituduh ‘makar’, lalu dipenjarain, atau dikriminalisasi dengan berbagai alasan yang dicari-cari dan dibuat-buat," beber Haris.

Jika dalam mengatasi masalah ekonomi hanya dengan cara menimbun utang dan jual asset BUMN, kata Haris, lalu apa bedanya antara Pemerintah dengan nenek-nenek di kampung yang sudah pikun, yang suka ngutang dan jual harta untuk beli pinang dan sirih.

"Untuk apa sekolah ilmu ekonomi setinggi langit, jika jalan keluar dalam menghadapi setiap krisis ekonomi hanya dengan kebijakan menimbun utang dan jual asset?" tanya Haris. [www.tribunislam.com]

Sumber : itoday.co.id

Sebarkan...