Sakit Hati, Trump Ogah Makan Malam Bersama Media


Sakit Hati, Trump Ogah Makan Malam Bersama Media

Mayoritas media memberikan rapor merah atas kinerja Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat melewati 100 hari pertama kepemimpinannya, Sabtu (29/4) kemarin.



Namun menurut versi taipan 70 tahun itu, 100 harinya berhias prestasi. "Pemerintahan saya telah menjalankan mandat rakyat dengan sangat baik. Kami menepati semua janji satu per satu. Dan, jujur saja, rakyat sangat gembira atas capaian tersebut," kata Trump di hadapan para pendukungnya di Kota Harrisburg, Dauphin County, Negara Bagian Pennsylvania.

Ayah Ivanka itu menggelar event ala kampanye di negara bagian yang dia menangi tersebut. Dengan penuh percaya diri, Trump menyatakan bahwa kinerja pemerintahannya dalam 100 hari pertama itu sangat produktif. Di hadapan massa dia kembali melempar kritik ke media. Dia menyebut media-media laris yang sejak awal lebih banyak mengkritisi kinerjanya sebagai media-media penyebar kabar bohong.

Trump menegaskan, segala keburukan yang ditulis media-media tersebut tentangnya adalah dusta. ”Mereka tidak memberitakan segala hal positif yang sebenarnya telah kami capai,” cetusnya.

Kalimat demi kalimat yang meluncur dari mulut Trump bak janji kampanye itu menuai tepuk tangan dan sorak-sorai para pendukungnya. Seperti saat kampanye presiden tahun lalu, massa Trump pun mengusung foto sang presiden berikut spanduk bertulisan dukungan bagi pebisnis Manhattan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Trump mengakui sengaja menghindari jamuan makan malam tahunan yang digelar Gedung Putih untuk media dan para tokoh masyarakat, termasuk selebriti. ”Saya sangat lega bisa berada jauh dari Washington,” ujarnya mengacu pada White House Correspondents’ Association Dinner yang digelar Sabtu malam lalu.

”Saat ini sejumlah besar bintang Hollywood dan media Washington sedang saling beramah-tamah di salah satu ballroom hotel ibu kota,” kata Trump.

Massa di hadapannya langsung kompak berteriak ”huuu”. Trump seharusnya menjadi tuan rumah dalam acara tersebut. Tapi, karena merasa diperlakukan tidak adil oleh media, dia memilih kabur dari Washington.

[www.tribunislam.com]

Sumber : jpnn.com

Sebarkan...