Panglima TNI-Kapolri Beda Sikap Soal Makar, Dahnil Anzar: Jelas Ada yang tak Beres! Ini Masalah Serius


Panglima TNI-Kapolri Beda Sikap Soal Makar, Dahnil Anzar: Jelas Ada yang tak Beres! Ini Masalah Serius

Menyikapi tudingan bahwa kelompok Islam akan menjatuhkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, upaya makar tidak akan mungkin dilakukan kelompok Islam.

Soal Aksi Bela Islam ini, jelang Aksi Bela Islam III, 2 Desember, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian sempat mengancam akan menindak siapapun yang tetap memaksakan kehendaknya melakukan Aksi Bela Islam III. Bahkan Tito menyebut mendapatkan informasi adanya kelompok yang menunggangi untuk melakukan kegiatan makar pada aksi tersebut.

Terkait perbedaan sikap Panglima TNI dan Kapolri dalam menyikapi aksi umat Islam, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan bahwa hal itu menjadi masalah serius bagi NKRI yang sedang sulit.

“Dua pemilik senjata dengan infrastruktur intelijen lengkap memiliki data yang berbeda. Yang satu bilang ada upaya makar dan yang satu lagi bilang tidak. Dua pemegang senjata dengan satu kepemimpinan yakni Presiden memiliki data yang bertolak belakang. Ini masalah serius bagi NKRI yang sedang sulit,” tegas Dahnil di akun Twitter @Dahnilanzar.

@Dahnilanzar menambahkan: “Sikap Kapolri dan Panglima TNI berbeda. Cara menyikapinya berbeda. Mereka punya infrastruktur intelijen yang lengkap. Terang ada yang gak beres @jokowi.”

Sebelumnya, dalam talkshow bersama Rosiana Silalahi di Kompas TV (04/05), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merasa tersinggung dengan adanya informasi yang berkembang di masyarakat, yang mengaitkan aksi umat Islam dengan upaya kudeta pemerintahan Presiden Jokowi.

“‘Kudeta Presiden Jokowi’, saya agak tersinggung kata-kata itu, karena saya umat Islam juga,” tegas Gatot seperti dikutip kompas (05/05).

Gatot pun menceritakan dua organisasi Islam, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, menjadi motor bersama rakyat dari kelompok agama lain dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Di saat para ulama menggalang kekuatan bersama berbagai lapisan masyarakat, Gatot mengingatkan bahwa saat itu Tentara Nasional Indonesia (TNI) belum ada.

Sehingga, lanjut Gatot, keinginan dan naluri pejuang rakyat Indonesia lah yang kemudian berhasil membawa Indonesia menjadi negara yang merdeka meski hanya bermodalkan bambu runcing.

“Apakah sejak perjuangan itu, yang mayoritas dilakukan umat Islam, lalu dipertahankan umat Islam dan kemudian umat Islam yang merusaknya? Tidak mungkin!” tegas Gatot Nurmantyo.

“Buktinya aksi 411, 212, aman, damai, dan tertib,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu.

Gatot menilai adanya kabar soal upaya makar dalam aksi unjuk rasa bela agama itu adalah berita bohong (hoax). Berita hoax itu ditujukan untuk menakuti rakyat Indonesia. “Jangan takut! Indonesia tidak bisa ditakuti karena Indonesia adalah kumpulan manusia yang berjiwa patriot,” tegas Gatot.

Gatot pun berpesan agar setiap aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat jangan dicurigai sebagai aksi yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah. “Kalau ada demo, jangan dianggap makar. Pasti demo akan dilakukan dengan kedewasaan masyarakat salurkan aspirasinya, dan itu sah-sah saja,” ucap Gatot. -intelijen[www.tribunislam.com]

Sumber : kabarviral.id

Sebarkan...