Nah Loh! Jaksa Kasus Ahok Bakal Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan


Nah Loh! Jaksa Kasus Ahok Bakal Dilaporkan ke Komisi Kejaksaan

Tim Kuasa Hukum dan keluarga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah resmi mencabut permohonan banding atas putusan hakim yang memvonis 2 tahun penjara kepada bekas Gubernur DKI Jakarta itu.


Menanggapi hal itu, anggota Tim Advokasi GNPF-MUI, Kapitra Ampera mengatakan, dengan dicabutnya banding adalah sebagai bukti bahwa Ahok mengaku bersalah.

"Selama ini kan dia selalu tidak mau menerima (dinyatakan bersalah). Rupanya alienasi (keterasingan) di Mako Brimob telah memberi dia kesadaran atas kekeliruan tindakannya," kata Kapitra di AQL Islamic Center, Tebet,  Jakarta Selatan, Selasa malam (23/5).
Namun, tak begitu dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Saat ini, JPU masih mengajukan permohonan Banding terkait putusan yang dibuat oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Kapitra menilai langkah JPU mengajukan banding merupakan hal yang aneh. Karena lazimnya JPU baru mengajukan banding apabila putusan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa.

"Itu yang aneh. Harusnya JPU banding kalau putusannya dibawah tuntutan, jauh di bawah tuntutan. Jadi ini ada kepentingan apa ini wallahu a'lam," ujarnya.

Semestinya, lanjut dia, JPU bekerja mewakili korban, yaitu Umat Islam yang agamanya dinodai. Namun kenyataannya JPU terkesan mewakili terdakwa. Dan menurutnya, hal ini sarat akan kepentingan politik.

"JPU telah bekerja di luar etika. Kita akan laporkan kepada Komisi Kejaksaan. Udah ditunjuk penanggung jawabnya," tukasnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : muslimbersatu.net

Sebarkan...