Menohok, Buruh: Katanya Presiden Merakyat, Kok Takut Ketemu Rakyat


Menohok, Buruh: Katanya Presiden Merakyat, Kok Takut Ketemu Rakyat

Massa buruh pada May Day 2017 di bundaran Bank Indonesia, Jakarta Pusat, mulai berorasi pada Senin (1/5/2017) siang. Dalam salah satu orasinya, mereka menyinggung Presiden Joko Widodo yang dianggap bukan lagi presiden yang dikenal dengan sosok merakyat.


"Katanya Presiden merakyat, kok takut ketemu rakyat? Itu namanya apa, teman-teman?" seru perwakilan buruh yang berorasi di atas salah satu mobil komando.

Massa menuntut janji Jokowi yang ingin menyejahterakan buruh di Indonesia. Menurut mereka, sampai saat ini, kebijakan Presiden belum sepenuhnya berpihak pada buruh.

Mereka menyinggung soal sistem magang yang dinilai lebih parah dari sistem outsourcing. Jika dibandingkan, buruh yang magang hanya menerima uang makan dan uang transport yang nilainya jauh lebih kecil dari gaji pegawai outsourcing.

Selain itu, buruh juga menuntut kesetaraan upah. Mereka membandingkan upah rata-rata di Indonesia yang jauh lebih rendah dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, hingga Thailand.

"Gaji di sana sudah Rp 4 juta lebih, di sini masih sangat rendah. Apalagi kalau lihat di Jawa Tengah yang masih Rp 1 jutaan, kata buruh yang berorasi.[www.tribunislam.com]

Sumber : kompas.com

Sebarkan...