Menkeu Didesak Klarifikasi Soal Bualan Jokowi Di Hongkong Bahwa Ekonomi Indonesia Naik 300%


Menkeu Didesak Klarifikasi Soal Bualan Jokowi Di Hongkong Bahwa Ekonomi Indonesia Naik 300%

Presiden Jokowi harus mengganti tim ekonomi terutama Menkeu Sri Mulyani yang telah membuat Jokowi dianggap konyol pada forum internasional di Hongkong beberapa waktu lalu.



Jokowi pada forum itu mengklaim bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia ranking 3 dunia. Padahal, yang benar adalah peringkat 3 di antara G-20 dan peringkat 35 di dunia.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) Bastian P. Simanjuntak mengatakan kekonyolan itu akan berdampak secara psikologis kepada rakyat, bangsa-bangsa lain, bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa pembual.

"Buktinya presidennya saja berbual," ucap Bastian, Kamis (4/5).

Untuk itu, pemerintah didesak meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan mengklarifikasi soal itu melalui tim ekonomi lewat Menkeu Sri Mulyani.

Klarifikasi dibutuhkan agar tidak terjadi polemik yang akan mengganggu iklim investasi. (Baca: )

Jelas Bastian, kepercayaan dari investor sangat berperan dalam keberlanjutan ekonomi, sehingga kualitas pemimpin menjadi salah satu alasan investor menanamkan investasinya.

"GEPRINDO juga tak ingin Indonesia dijadikan bahan cemoohan di dunia Internasional karena pernyataan yang kurang tepat itu," tukasnya. (rmol)[www.tribunislam.com]

Sumber : umatuna.com

Sebarkan...