“Jokowi Anti Kritik, Larang Demonstrasi Dengan Alasan Biaya Pengamanan Capai Ratusan Miliar Rupiah”


“Jokowi Anti Kritik, Larang Demonstrasi Dengan Alasan Biaya Pengamanan Capai Ratusan Miliar Rupiah”

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat atau mahasiswa untuk tidak berunjuk rasa mengingat besarnya biaya pengamanan unjuk rasa yang telah menghabiskan dana ratusan miliar.


Aktivis politik Rahmah Simatupang menilai, pernyataan Jokowi soal aksi massa itu menjadi bukti bahwa Jokowi antikritik. “Alasan besarnya biaya pengamanan agar tidak unjuk rasa sangat tidak mendasar diutarakan Presiden Jokowi,” tegas Rahman Simatupang (17/05).

Menurut Rahman, seharusnya Jokowi konsisten dengan ucapannya yang pernah meminta untuk didemo. “Jokowi pernah menantang untuk didemo, tetapi sekarang mengeluh soal demonstrasi,” ungkap Rahman.

Rahman menilai, Jokowi tidak suka dikritik, tetapi maunya selalu dipuji. “Selama ini, Jokowi selalu dianggap hebat dan didukung media dan para buzzer, padahal mereka itulah yang justru menjerumuskan Jokowi,” papar Rahman.

Sebaliknya, kata Rahman, justru para pengkritik lah yang sejatinya menyelamatkan Jokowi. “Harusnya Jokowi itu menganggap para demonstran lah yang menyelamatkan Jokowi, agar kebijakannya tidak terjerumus pada kesalahan,” jelas Rahman.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta masyarakat dan mahasiswa tidak berdemo karena besarnya pengamanan yang dikeluarkan negara. “Coba tanya Kapolri, berapa ratus miliar dana yang sudah dihabiskan untuk mengerahkan pasukan mengamankan demo-demo tersebut,” kata Jokowi (16/05).[www.tribunislam.com]

Sumber : intelijen.co.id

Sebarkan...