Ingin Jadi Poros Maritim Dunia, Luhut Libatkan Swasta Asing


Ingin Jadi Poros Maritim Dunia, Luhut Libatkan Swasta Asing

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kemaritiman harus menjadi prioritas dalam dokumen rencana kerja pemerintah. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia.


Dokumen nasional ini menjadi instrumen yang menyinergikan antara gerak dan langkah semua pemangku kepentingan dalam mencapai cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia.

"Karena 70 persen wilayah Indonesia adalah laut. Saya suka bercanda, memang nanti Angkatan Darat marah juga karena saya promosi laut. Tapi perwira TNI selalu melihat tak hanya operasi darat yang penting, tapi laut juga penting, harus sinergi," ujar Luhut saat memberikan paparan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kemaritiman di gedung Sasana Kriya, Taman Mini, Jakarta Timur, Kamis, 4 Mei 2017.

Dalam mengejar tujuan poros maritim dunia, ada beberapa hal yang sedang dilakukan pemerintah, antara lain menggandeng pihak swasta asing untuk bekerja sama menggarap proyek pemerintah. Salah satunya kerja samanya adalah dengan Jepang dalam membangun Pelabuhan Patimban.

"Lalu kereta api Jakarta-Surabaya sudah dalam proses. Pembangunan pembangkit tenaga arus laut dengan Belanda sudah berjalan. IORA dan blue economy sekarang juga berjalan dengan baik," tutur Luhut.

Ia berujar, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi ekonomi di bidang maritim sangat besar, yakni mencapai US$ 1,3 triliun atau sekitar US$ 20 ribu triliun. "Dari data ini, hampir 9 persen laut kami lakukan seismic study, sehingga data lebih lengkap lagi," katanya.

Adapun beberapa pembangunan terus dikejar pemerintah, antara lain di bidang pelabuhan berupa pembangunan sentra kelautan dan perikanan di pulau terluar. Lalu, untuk tol laut, pemerintah telah membangun 30 titik logistik di wilayah timur dan barat. Hal tersebut membuat harga-harga barang menjadi menurun. "Barang-barang di Indonesia timur—kami ambil sampling 20-25 persen—harganya sudah menurun," ucap Luhut.

Luhut menuturkan ekonomi Indonesia tumbuh cukup bagus. Berdasarkan hasil pertemuannya dalam forum G20 di Spring Annual Meeting di Washington, DC, Indonesia menempati posisi ketiga setelah India dan Cina. Hal tersebut juga mendapatkan respons positif dari beberapa petinggi dunia, seperti menteri ekonomi, menteri keuangan, dan gubernur bank sentral negara lain.

"Indonesia dianggap negara yang tumbuh dengan baik. Christine Lagarde (Direktur Pelaksana IMF) memuji leadership Pak Jokowi. Saya pertama kali sebagai seorang tentara hadir dalam satu sidang bergengsi senang melihat petinggi dunia di bidang ekonomi memberikan apresiasi yang dicapai pemerintah Indonesia," katanya.[www.tribunislam.com]

Sumber : tempo.co

Sebarkan...