Guru Besar Unpad: Pasal Penodaan Agama Dihapus, Umat akan Saling Bunuh! Maunya Begitu?


Guru Besar Unpad: Pasal Penodaan Agama Dihapus, Umat akan Saling Bunuh! Maunya Begitu?

Pernyataan keras kembali dilontarkan guru besar Universitas Padjajaran Romli Atmasasmita terkait desakan penghapusan pasal penodaan agama di KUHP, pasca vonis dua tahun penjara untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).


“Kelompok yang desak pasal penodaan agama dihapus akan tau akibatnya jika terjadi saling menodai agama satu dan lain tidak ada dasar hukum menindak. Akibat tidak ada pasal penodaan agama antar umat beragama baku hantam saling bunuh untuk bela agamanya masing-masing, emang maunya begitu?!?,” tegas Romli di akun Twitter @rajasundawiwaha.

Menurut Romli, pasal penodaan agama cocok dengan nilai Pancasila yang mengakui keragaman agama. Tidak ada pasal penodaan agama hanya berlaku di negara yang akui ateisme.

Soal vonis Ahok, Romli menilai putusan hakim untuk menggunakan pasal 156a KUHP sudah tepat. “Dakwaan jaksa kasus Ahok dua pasal secara alternatif, pasal 156 dan pasal 156 a KUHP. Jaksa tuntut pasal 156 KUHP dan hakim putus dasar pasal 156 a KUHP. Hakim yakin bahwa perbuatan Ahok cocok dengan pasal 156 a KUHP; kelirunya di mana? Keyakinan hakim dalam KUHP yang utama. Contoh kasus Jesica,” tegas @rajasundawiwaha.

Romli pun mempertanyakan kegaduhan yang ditimbulkan oleh pendukung Ahok, pasca vonis hakim. “Ada 15 yurisprudensi MA RI kasus penodaan agama diputus 2-5 tahun dan tersangka ditahan. Kasus
penodaan agama yang sudah diputus dihukum oleh MA RI tidak heboh dan gaduh; tidak ada demo dengan biaya tinggi dan tidak ada perpecahan golongan masyarakat,” tanya @rajasundawiwaha.[www.tribunislam.com]

Sumber : intelijen.co.id

Sebarkan...